SMA NU Sumenep Gelar Tahsinul Qira’ah Metode Tartila bil Qolam dalam Program Pondok Ramadan

Selasa, 10 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembelajaran Tahsinul Qira’ah dengan metode Tartila bil Qolam dalam rangka program Pondok Ramadan yang bekerja sama dengan Jam’iyatul Qurra’ wal Huffazh Nahdlatul Ulama Sumenep, Senin (9/3/2026).

Pembelajaran Tahsinul Qira’ah dengan metode Tartila bil Qolam dalam rangka program Pondok Ramadan yang bekerja sama dengan Jam’iyatul Qurra’ wal Huffazh Nahdlatul Ulama Sumenep, Senin (9/3/2026).

SUMENEP, detikkota.com – Puluhan siswa SMA Nahdlatul Ulama Sumenep mengikuti pembelajaran Tahsinul Qira’ah dengan metode Tartila bil Qolam yang digelar di aula sekolah, Senin (9/3/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pondok Ramadan yang diselenggarakan bekerja sama dengan Jam’iyatul Qurra’ wal Huffazh Nahdlatul Ulama Sumenep.

Program pembelajaran Al-Qur’an tersebut dilaksanakan selama dua hari, mulai 9 hingga 10 Maret 2026. Dalam kegiatan ini para siswa dibimbing untuk meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an sesuai dengan kaidah tajwid serta makharijul huruf yang benar.

Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif PCNU Sumenep, Salamet, mengatakan bahwa pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pembelajaran Al-Qur’an di sekolah tidak hanya sebatas belajar membaca, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi keilmuan Islam yang diwariskan para ulama dari generasi ke generasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, metode pembelajaran Al-Qur’an secara minal lisan ila al-lisan atau dari lisan ke lisan merupakan tradisi klasik dalam dunia pendidikan Islam yang memiliki nilai keilmuan tinggi.

“Melalui tradisi tersebut, sanad keilmuan Al-Qur’an tetap terjaga dan tersambung kepada para ulama hingga Rasulullah SAW,” katanya.

Menurutnya, kegiatan tahsin dengan metode Tartila bil Qolam diharapkan dapat membantu siswa memahami serta memperbaiki bacaan Al-Qur’an secara lebih baik dan terstruktur.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala SMA Nahdlatul Ulama Sumenep Sri Farida Hartatik, Ketua Jam’iyatul Qurra’ wal Huffazh Nahdlatul Ulama Sumenep Keyae Mistari, serta jajaran dewan guru yang mendampingi jalannya program Pondok Ramadan.

Melalui program tersebut, pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya memperoleh pengalaman spiritual selama Ramadan, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas interaksi mereka dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis : M

Editor : Id/Red

Berita Terkait

Polisi Selidiki Penemuan Jenazah Perempuan di Persawahan Gapura, Ditemukan Luka di Kepala dan Leher
Pemkot Malang Perkuat Edukasi Terkait LGBT, DPRD Dorong Pendidikan Karakter Berkelanjutan
BMKG: Cuaca Jawa Timur Didominasi Cerah, Waspadai Udara Kabur dan Gelombang Perairan Selatan
Satresnarkoba Polres Sumenep Ringkus Pengedar Sabu, Delapan Poket Disita
KNPI Sumenep Ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Komitmen Perkuat Nasionalisme Pemuda
KNPI Sumenep: Pemuda Harus Jadi Motor Kemajuan Berlandaskan Pancasila
BMKG Prediksi Cuaca Jawa Timur Dominan Cerah Berawan Hari Ini
Rutan Sumenep Sembelih Lima Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 15:42 WIB

Polisi Selidiki Penemuan Jenazah Perempuan di Persawahan Gapura, Ditemukan Luka di Kepala dan Leher

Rabu, 8 Juli 2026 - 12:34 WIB

Pemkot Malang Perkuat Edukasi Terkait LGBT, DPRD Dorong Pendidikan Karakter Berkelanjutan

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:54 WIB

BMKG: Cuaca Jawa Timur Didominasi Cerah, Waspadai Udara Kabur dan Gelombang Perairan Selatan

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:59 WIB

KNPI Sumenep Ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Komitmen Perkuat Nasionalisme Pemuda

Senin, 1 Juni 2026 - 11:28 WIB

KNPI Sumenep: Pemuda Harus Jadi Motor Kemajuan Berlandaskan Pancasila

Berita Terbaru