Wamenhub Suntana Tinjau Langsung Antrean Panjang Pemudik Bali–Jawa di Gilimanuk

Senin, 16 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Perhubungan Suntana saat meninjau langsung antrean kendaraan pemudik di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk untuk mempercepat arus penyeberangan Bali–Jawa.

Wakil Menteri Perhubungan Suntana saat meninjau langsung antrean kendaraan pemudik di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk untuk mempercepat arus penyeberangan Bali–Jawa.

BANYUWANGI, detikkota.com – Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana turun langsung meninjau antrean panjang kendaraan pemudik dari Bali menuju Jawa di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Minggu (15/3/2026) malam.

Sebelum menuju lokasi antrean, Suntana terlebih dahulu menggelar rapat koordinasi bersama otoritas pelabuhan di kantor ASDP Indonesia Ferry kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Rapat tersebut membahas langkah percepatan untuk mengurai kepadatan kendaraan yang menumpuk di sisi Bali.

“Saya ke sini hanya ingin mempercepat arus dari sana (Gilimanuk),” kata Suntana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usai rapat, rombongan Wamenhub langsung menuju Pelabuhan Gilimanuk untuk melihat langsung kondisi antrean kendaraan yang terjadi di jalur menuju pelabuhan.

Salah satu pemudik, Kholik (26), mengaku baru tiba di Pelabuhan Ketapang sekitar pukul 18.50 WIB setelah menunggu lama untuk bisa naik kapal penyeberangan. Ia berangkat dari kawasan Canggu, Bali, sekitar pukul 22.00 WITA menggunakan kendaraan travel.

Kholik mengatakan rombongannya baru tiba di area parkir antrean Pelabuhan Gilimanuk sekitar pukul 10.00 WITA karena antrean panjang kendaraan menuju pelabuhan.

“Berangkat jam 10 malam. Naik kapal dari Gilimanuk baru setelah magrib. Lebih dari 10 jam saya dan rombongan menunggu,” ujarnya.

Pemudik lain, Heri (45), juga mengalami hal serupa. Ia menyebut antrean kendaraan mencapai lebih dari 30 kilometer.

“Saya berangkat dari Seminyak jam 8 malam, sampai di Ketapang hampir jam 7 malam. Macetnya lebih dari 30 kilometer,” kata Heri yang juga berasal dari Probolinggo.

Menurutnya, kemacetan terparah terjadi pada dini hari hingga pagi hari ketika kendaraan tidak dapat bergerak selama beberapa jam.

“Jam 3 pagi sampai jam 9 pagi macet total, tidak bisa jalan. Setelah itu baru bisa pelan-pelan menuju Gilimanuk,” ujarnya.

Ia menambahkan kondisi lalu lintas yang tidak tertib turut memperparah kemacetan, karena banyak kendaraan yang saling mendahului di jalur antrean.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, mengatakan pihaknya menerapkan skema tiba bongkar berangkat (TBB) untuk mempercepat arus kendaraan dari Bali menuju Jawa.

Dari total 35 kapal yang beroperasi di lintas Ketapang–Gilimanuk, sebanyak 11 kapal saat ini menjalankan skema tersebut.

“Skema TBB dilakukan dengan pola kapal hanya menurunkan muatan di Pelabuhan Ketapang tanpa melakukan proses muat kembali, kemudian langsung kembali ke Gilimanuk untuk mengangkut kendaraan berikutnya,” jelasnya.

Selain itu, ASDP juga berencana menambah kapal berukuran besar di lintasan Ketapang–Gilimanuk guna meningkatkan kapasitas angkut kendaraan.

Menurut Arief, jumlah kapal yang beroperasi diperkirakan tetap sekitar 35 unit, namun komposisinya akan diperkuat dengan kapal berukuran lebih besar dengan kapasitas sekitar 2.000 Gross Tonnage (GT).

Berdasarkan data kumulatif H-10 hingga H-7, lebih dari 200 ribu penumpang telah menyeberang dari Bali menuju Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk. Selain itu, tercatat lebih dari 35 ribu sepeda motor dan sekitar 17 ribu kendaraan kecil juga telah diseberangkan.

“Peningkatan paling signifikan terjadi pada kendaraan roda dua, sekitar 32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan kendaraan roda empat meningkat sekitar 11 persen,” ujarnya.

ASDP memprediksi arus kendaraan dari Bali menuju Jawa masih akan terus meningkat hingga 17 Maret 2026, menjelang penutupan penyeberangan pada 18–20 Maret saat Hari Raya Nyepi.

Penulis : Bi

Editor : Id

Berita Terkait

Retreat GP Ansor Lenteng, Satukan Perspektif dan Perkuat Solidaritas
Banyuwangi Sambut Tim Asesor UNESCO untuk Revalidasi Geopark Ijen
Menpar Widiyanti Apresiasi Bandara Banyuwangi sebagai Pelopor Green Airport dan Pariwisata Berkelanjutan
Ketua MIO Indonesia DKI Jakarta Jalani Pemeriksaan di Polda Metro Jaya Terkait Laporan terhadap Hotman Paris
Hotman Paris Mundur dari Tim Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Fokus Jalani Pengobatan
Ratusan Jurnalis MIO Dijadwalkan Datangi Polda Metro Jaya, Beri Dukungan kepada Ketum yang Jalani Pemeriksaan
Libatkan Nelayan dan Masyarakat Pesisir, Banyuwangi Jadi Contoh Penerapan Ekonomi Biru ASEAN
Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur, Pilih Fokus Jalani Pengobatan Jantung

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 16:47 WIB

Retreat GP Ansor Lenteng, Satukan Perspektif dan Perkuat Solidaritas

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Banyuwangi Sambut Tim Asesor UNESCO untuk Revalidasi Geopark Ijen

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:29 WIB

Menpar Widiyanti Apresiasi Bandara Banyuwangi sebagai Pelopor Green Airport dan Pariwisata Berkelanjutan

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:34 WIB

Ketua MIO Indonesia DKI Jakarta Jalani Pemeriksaan di Polda Metro Jaya Terkait Laporan terhadap Hotman Paris

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:46 WIB

Hotman Paris Mundur dari Tim Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Fokus Jalani Pengobatan

Berita Terbaru

Pemerintahan

Semarak HUT RI ke-81, Dispangtan Purwakarta Gelar Berbagai Kegiatan

Jumat, 21 Agu 2026 - 11:01 WIB