BANGKALAN, detikkota.com – Dinas Perhubungan Kabupaten Bangkalan mengintensifkan upaya peningkatan keselamatan transportasi melalui pendekatan berbasis domisili korban. Program tersebut digelar di Pendopo Kecamatan Bangkalan, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas dengan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada jalan raya, tetapi juga menyasar lingkungan tempat tinggal masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan Bangkalan, Moh Hasan Faisol, menyampaikan bahwa setiap kasus kecelakaan memiliki dampak luas, baik secara sosial maupun ekonomi bagi keluarga korban.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Korban kecelakaan bukan sekadar angka statistik. Mereka adalah bagian dari masyarakat kita, sehingga dampaknya dirasakan oleh keluarga dan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program ini memiliki tiga fokus utama. Pertama, pemetaan berbasis domisili korban untuk mengidentifikasi titik rawan sekaligus asal korban, sehingga edukasi dapat dilakukan lebih tepat sasaran.
Kedua, pemberdayaan aparatur kecamatan dan desa sebagai agen keselamatan yang aktif menyampaikan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai forum, seperti kegiatan keagamaan, musyawarah desa, hingga sarana komunikasi lingkungan.
Ketiga, penguatan kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan unsur pentahelix, mulai dari aparat keamanan, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, hingga komunitas.
Menurutnya, peran aparatur wilayah sangat penting sebagai ujung tombak perubahan perilaku masyarakat dalam berlalu lintas.
“Keselamatan transportasi harus dimulai dari desa. Aparatur wilayah memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dishub juga menyoroti sejumlah kebiasaan masyarakat yang berpotensi memicu kecelakaan, seperti penggunaan jalan tidak sesuai fungsi, aktivitas berjualan di bahu jalan, hingga membiarkan anak di bawah umur mengendarai kendaraan bermotor.
Melalui program ini, pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai budaya bersama, dimulai dari lingkungan terkecil.
“Pencegahan tidak harus menunggu kejadian di jalan. Keselamatan harus dimulai dari rumah dan lingkungan sekitar,” pungkasnya.
Penulis : EDW
Editor : Red/M







