Alih-alih Bergizi, Siswa SDN Karanganyar Dapat Makanan Busuk

Selasa, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makanan program makan gratis yang diduga tidak layak konsumsi diterima siswa SDN Karanganyar, Kecamatan Kalianget.

Makanan program makan gratis yang diduga tidak layak konsumsi diterima siswa SDN Karanganyar, Kecamatan Kalianget.

SUMENEP, detikkota.com – Program makan gratis bergizi di Kabupaten Sumenep kembali menuai sorotan setelah siswa SDN Karanganyar, Kecamatan Kalianget, diduga menerima makanan dalam kondisi tidak layak konsumsi, Selasa (28/4/2026).

Peristiwa tersebut memicu reaksi keras dari wali murid yang menilai program tidak berjalan sesuai tujuan awal, yakni memenuhi kebutuhan gizi anak. Makanan yang diterima siswa disebut dalam kondisi tidak segar dan jauh dari standar Angka Kecukupan Gizi (AKG).

Bahkan, dugaan serupa disebut bukan kali pertama terjadi. Berdasarkan video yang beredar, kejadian serupa juga dilaporkan terjadi pada 14 April 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program tersebut dikelola oleh SPPG Yayasan Bejreh Barokah Bangsa yang beroperasi di wilayah Kalianget Barat. Lembaga ini kini menjadi perhatian setelah dinilai tidak maksimal dalam menjalankan tanggung jawabnya.

Salah satu wali murid mengaku kecewa atas kejadian tersebut. “Ini keterlaluan. Anak-anak seharusnya mendapat makanan bergizi, bukan makanan busuk,” ujarnya.

Kritik juga disampaikan aktivis LSM BIDIK, Sufriadi. Ia menilai pengelola program gagal menjaga kualitas makanan dan mencederai kepercayaan publik.

“Namanya saja SPPG, tapi tidak mencerminkan kualitas gizi. Ini jelas memalukan dan tidak bisa ditoleransi,” tegasnya.

Ia juga meminta agar pengelola lebih bertanggung jawab dalam menjalankan program tersebut. “Kalau tidak siap menyajikan makanan yang layak dan bergizi, lebih baik tutup saja,” tambahnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola maupun instansi terkait mengenai dugaan tersebut.

Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan evaluasi dan pengawasan lebih ketat agar program yang menyangkut kesehatan anak dapat berjalan sesuai standar dan tidak menimbulkan dampak negatif.

Penulis : M

Editor : Id

Berita Terkait

Ribuan Anak Probolinggo Tampilkan Budaya Nusantara di HUT RI
Semarak HUT ke-81 RI, Pemkot Probolinggo Gelar Lomba Antar-OPD
Curanmor di Lenteng Terungkap, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam
Menko Pangan Tampung Keluhan Petani Banyuwangi, Janji Kawal Perbaikan Irigasi
Dari Kampus ke Garda Demokrasi, Mahasiswa Uniba Madura Tuntaskan Magang di Bawaslu Sumenep
Polresta Sumenep Edukasi 140 Pelajar MAN Sumenep soal Pemanfaatan AI
HUT ke-81 RI Jadi Momentum Kapolresta Sumenep Perkuat Pengabdian dan Sinergi
Bupati Fauzi Dorong Kabupaten Kepulauan, Sebut Aspirasi Warga Sudah Berlangsung Lama

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:41 WIB

Ribuan Anak Probolinggo Tampilkan Budaya Nusantara di HUT RI

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Pemkot Probolinggo Gelar Lomba Antar-OPD

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:04 WIB

Curanmor di Lenteng Terungkap, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Menko Pangan Tampung Keluhan Petani Banyuwangi, Janji Kawal Perbaikan Irigasi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Dari Kampus ke Garda Demokrasi, Mahasiswa Uniba Madura Tuntaskan Magang di Bawaslu Sumenep

Berita Terbaru

Ketua Umum MIO Indonesia AYS Prayogi.

Polhukam

Kasus Hotman Paris, MIO Desak Polisi Jangan Tebang Pilih

Minggu, 23 Agu 2026 - 23:05 WIB