Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.420–Rp17.460 per Dolar AS

Rabu, 6 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, detikkota.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak fluktuatif dan cenderung melemah pada kisaran Rp17.420 hingga Rp17.460 pada perdagangan Rabu (6/5/2026).

Berdasarkan data perdagangan sebelumnya, rupiah tercatat melemah sekitar 0,14 persen ke level Rp17.409 per dolar AS. Sepanjang sesi, mata uang Garuda sempat bergerak di rentang Rp17.437 hingga Rp17.385 per dolar AS.

Selain rupiah, sejumlah mata uang Asia juga mengalami tekanan, di antaranya yuan China, dolar Hong Kong, yen Jepang, won Korea, dolar Singapura, hingga baht Thailand.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menyebut penguatan dolar AS dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Iran. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran pasar global, terutama terkait stabilitas kawasan strategis seperti Selat Hormuz.

“Ketegangan geopolitik mendorong penguatan dolar AS dan berdampak pada pelemahan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah,” ujarnya.

Ia menambahkan, situasi tersebut juga memberi tekanan pada kebijakan moneter Federal Reserve yang berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, bahkan membuka peluang pengetatan lanjutan jika inflasi meningkat.

Di sisi lain, data domestik menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan. Kinerja tersebut ditopang oleh konsumsi masyarakat yang meningkat, terutama saat periode libur nasional dan hari besar keagamaan.

Pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, rupiah sempat menguat sekitar 0,20 persen ke level Rp17.377 per dolar AS. Namun, pergerakan selanjutnya diperkirakan tetap dipengaruhi sentimen global dan dinamika pasar keuangan internasional.

Pengamat menilai, volatilitas nilai tukar masih akan berlanjut seiring ketidakpastian global, sehingga pelaku pasar diminta mencermati perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter global.

Penulis : Jack

Editor : Jack

Berita Terkait

Direktur BPRS Bhakti Sumekar: Hardiknas 2026 Momentum Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Generasi Muda
BI Gandeng BRI Sumenep, Gaungkan Cinta Rupiah ke Generasi Muda
Operasi Pasar LPG 3 Kg di Probolinggo Diserbu Warga, Harga Dijaga Tetap Stabil
Analis Nilai Harga Emas Berpotensi Menguat di Tengah Dinamika Global
Polisi Turun Sawah, Dukung Ketahanan Pangan Lewat Penanaman Jagung di Gapura
Panen Raya MT1 2026, Produksi Padi di Banyuwangi Tembus 160 Ribu Ton
arutan Sumenep Pimpin Panen Raya, Perkuat Kemandirian Warga Binaan
Rupiah Tembus Rekor Terlemah, Ditutup di Level Rp17.190 per Dolar AS

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:09 WIB

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.420–Rp17.460 per Dolar AS

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:34 WIB

Direktur BPRS Bhakti Sumekar: Hardiknas 2026 Momentum Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Generasi Muda

Jumat, 24 April 2026 - 08:35 WIB

BI Gandeng BRI Sumenep, Gaungkan Cinta Rupiah ke Generasi Muda

Rabu, 22 April 2026 - 14:44 WIB

Operasi Pasar LPG 3 Kg di Probolinggo Diserbu Warga, Harga Dijaga Tetap Stabil

Rabu, 22 April 2026 - 11:10 WIB

Analis Nilai Harga Emas Berpotensi Menguat di Tengah Dinamika Global

Berita Terbaru