Rupiah Berpotensi Melemah ke Rp18.250 per Dolar AS, Sentimen Global dan Domestik Jadi Pemicu

Senin, 8 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, detikkota.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak fluktuatif namun cenderung melemah pada perdagangan Senin (8/6/2026), dengan rentang pergerakan berada di level Rp17.950 hingga Rp18.250 per dolar AS.

Pada perdagangan sebelumnya, Jumat (5/6/2026), rupiah ditutup menguat 0,19 persen ke posisi Rp18.012 per dolar AS. Meski demikian, mata uang Garuda masih mencatat pelemahan sekitar 8,01 persen sepanjang tahun berjalan 2026.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pergerakan rupiah masih dibayangi sejumlah sentimen global, terutama meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, pasar masih mencermati perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran setelah muncul laporan mengenai serangan baru yang dilakukan AS terhadap sejumlah fasilitas militer di Iran Selatan. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan dan memengaruhi sentimen pelaku pasar global.

Selain faktor eksternal, tekanan terhadap rupiah juga berasal dari dalam negeri. Ibrahim menilai mulai muncul kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi nasional yang ditandai dengan meningkatnya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah sektor industri.

Sektor elektronik, otomotif, tekstil, garmen, hingga alas kaki disebut menjadi industri yang paling terdampak. Kondisi tersebut diperparah oleh meningkatnya biaya produksi akibat pelemahan rupiah dan kenaikan harga energi yang dipicu ketidakpastian global.

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, jumlah pekerja yang terdampak PHK sepanjang Januari hingga April 2026 mencapai 15.425 orang. Angka tersebut diperkirakan masih berpotensi bertambah dalam beberapa bulan ke depan.

Sementara itu, pada pembukaan perdagangan Senin pagi, rupiah tercatat melemah 0,39 persen ke level Rp18.126 per dolar AS. Pelemahan tersebut terjadi seiring tekanan yang juga dialami sejumlah mata uang di kawasan Asia.

Beberapa mata uang yang tercatat melemah terhadap dolar AS antara lain yen Jepang, dolar Taiwan, peso Filipina, ringgit Malaysia, dan baht Thailand. Di sisi lain, rupee India, won Korea Selatan, dan yuan China masih mampu mencatatkan penguatan terbatas.

Pelaku pasar diperkirakan akan terus mencermati perkembangan geopolitik global, pergerakan harga minyak dunia, serta kondisi ekonomi domestik yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek.

Penulis : Jack

Editor : Red/M

Berita Terkait

Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon di Desa Kasengan
Bhabinkamtibmas Desa Torbang Dampingi Petani Panen Jagung Dukung Ketahanan Pangan
Saldo Minimum Bank Mandiri, BRI, dan BNI Terbaru Berlaku Mei 2026
Pelemahan Rupiah Diprediksi Picu Kenaikan Harga Sejumlah Barang Impor
Kopmen Wanita Potre Koneng Gelar Pasar Murah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
BI Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, Dolar AS Tembus Rp17.500
Wajah Ekonomi Sumenep dari Pinggir Jalan Panglima Sudirman
Rupiah Masih Tertekan Meski Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 11:39 WIB

Rupiah Berpotensi Melemah ke Rp18.250 per Dolar AS, Sentimen Global dan Domestik Jadi Pemicu

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:11 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon di Desa Kasengan

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:09 WIB

Bhabinkamtibmas Desa Torbang Dampingi Petani Panen Jagung Dukung Ketahanan Pangan

Senin, 18 Mei 2026 - 07:19 WIB

Saldo Minimum Bank Mandiri, BRI, dan BNI Terbaru Berlaku Mei 2026

Minggu, 17 Mei 2026 - 01:45 WIB

Pelemahan Rupiah Diprediksi Picu Kenaikan Harga Sejumlah Barang Impor

Berita Terbaru