PROBOLINGGO, detikkota.com – Wali Kota Probolinggo Aminuddin menginisiasi gerakan salat Subuh berjemaah bagi anak-anak di Masjid Agung Raudlatul Jannah. Setiap anak yang mengikuti salat berjemaah di masjid tersebut mendapat uang saku Rp5 ribu.
Program tersebut mulai dilaksanakan pada Minggu (6/9/2026). Puluhan anak dari jenjang PAUD hingga SMP terlihat mengikuti salat Subuh berjemaah bersama Wali Kota Aminuddin.
Usai salat dan doa bersama, anak-anak dibagi dalam barisan laki-laki dan perempuan. Uang saku kemudian diberikan langsung oleh Aminuddin bersama Ketua Badan Pengelola Masjid Raudlatul Jannah Kiai Abdul Azis, didampingi Ketua BAZNAS Kota Probolinggo Imanuddin Abil Fida dan pengurus masjid.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Aminuddin mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan membangun kebiasaan positif bagi anak-anak, khususnya dalam menjalankan ibadah. Menurutnya, salat Subuh berjemaah juga menjadi bagian dari upaya membiasakan anak-anak menerapkan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat.
Kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur lebih awal.
“Tujuannya agar jemaah, khususnya anak-anak, bersemangat untuk salat di masjid,” kata Aminuddin.
Ia berharap suasana salat Subuh di Masjid Agung Raudlatul Jannah bisa seramai pelaksanaan salat Jumat. Aminuddin juga mengajak para orang tua untuk mendampingi anak-anak mereka ke masjid.
Menurutnya, masjid yang berada di kawasan dekat Alun-alun Kota Probolinggo tersebut memiliki posisi strategis sebagai salah satu gerbang masuk kota melalui jalur kereta api. Karena itu, ia ingin syiar keagamaan sudah terlihat sejak waktu Subuh.
Aminuddin menyebut, program pemberian uang saku tersebut akan dilaksanakan setiap hari hingga jumlah jemaah anak-anak semakin banyak.
“Setiap anak diberi uang saku Rp5 ribu setiap hari setelah berjemaah salat Subuh di sini,” ujarnya.
Gerakan tersebut disebut mulai menunjukkan dampak terhadap jumlah jemaah anak-anak. Jika sebelumnya hanya terdapat sekitar satu atau dua anak yang mengikuti salat Subuh di masjid, pada pelaksanaan perdana jumlahnya meningkat hingga lima sampai tujuh kali lipat.
Salah seorang peserta, Atta, siswa kelas 3 SD, mengaku senang bisa mengikuti salat Subuh bersama Wali Kota. Ia datang bersama saudaranya dari Kelurahan Pilang.
“Biasanya salat Subuh di rumah. Ke Masjid Agung baru pertama kali. Senang ada uang sakunya, bisa diteruskan seperti ini,” katanya.
Hal senada disampaikan Aisyah, pelajar SMP negeri di Kota Probolinggo. Ia menilai pemberian uang saku menjadi salah satu pemicu anak-anak lebih tertarik mengikuti salat Subuh berjemaah.
“Biasanya malas mau ke masjid, tapi dapat uang saku lebih tertarik,” ujarnya.
Ketua BAZNAS Kota Probolinggo Imanuddin Abil Fida menyatakan dukungannya terhadap program tersebut. Ia menilai gerakan itu tidak hanya mendorong kebiasaan beribadah, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter anak.
“BAZNAS berkomitmen terus konsisten agar salat Subuh ramai seperti jemaah salat Jumat. Kami siap mendukung sesuai SOP yang ada,” kata Imanuddin.
Dukungan juga datang dari anggota DPRD Kota Probolinggo Nunung Mohammad Toha. Ia menilai pemberian uang saku dapat menjadi stimulus awal agar anak-anak terbiasa datang ke masjid.
“Kalau sudah biasa, nanti selanjutnya akan menjadi kebiasaan salat Subuh berjemaah,” ujarnya.
Penulis : Fa
Editor : Id








