SURABAYA, detikkota.com – Polda Jawa Timur mengutamakan edukasi dan pencegahan pelanggaran dalam pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026. Operasi ini tidak semata-mata berorientasi pada penindakan, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas demi menekan angka kecelakaan di jalan raya.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jatim Kombes Pol Rahmat Hakim menegaskan, pendekatan preemtif dan preventif menjadi prioritas dalam pelaksanaan operasi tersebut. Langkah yang dilakukan meliputi edukasi, sosialisasi, pengaturan lalu lintas, serta peningkatan patroli di titik rawan kecelakaan dan kemacetan.
“Operasi Patuh 2026 tidak dibangun hanya dengan pendekatan hukum. Kami mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif melalui edukasi, sosialisasi, pengaturan, serta optimalisasi patroli pada lokasi rawan kecelakaan (black spot) dan kemacetan (trouble spot),” ujar Rahmat, Selasa (27/10/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski mengedepankan edukasi, penegakan hukum tetap dilakukan secara selektif dan berkeadilan. Polda Jatim juga memprioritaskan pemanfaatan teknologi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) untuk menindak pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.
Rahmat menjelaskan, keberhasilan Operasi Patuh Semeru tidak diukur dari banyaknya pengendara yang terkena tilang. Menurutnya, indikator utama operasi adalah meningkatnya kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas, berkurangnya perilaku berkendara berisiko, serta menurunnya angka kecelakaan dan fatalitas korban.
Pelaksanaan operasi di wilayah hukum polres jajaran juga disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah. Penyesuaian tersebut mencakup kesiapan petugas dalam menghadapi situasi darurat, termasuk potensi bencana alam.
Ia berharap Operasi Patuh Semeru 2026 menjadi momentum bagi masyarakat untuk membangun budaya tertib berlalu lintas, bukan sekadar mematuhi aturan karena khawatir terkena sanksi.
“Masyarakat diharapkan patuh bukan karena takut ditilang petugas, melainkan karena memahami bahwa aturan dibuat demi melindungi keselamatan diri sendiri dan orang lain,” pungkasnya.
Polda Jatim berharap pendekatan edukatif yang dibarengi penegakan hukum dapat meningkatkan kesadaran pengendara sekaligus menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib bagi seluruh pengguna jalan.
Penulis : Su
Editor : Id








