Berdalih Belajar Bela Diri, Guru Silat Cabuli Muridnya

Senin, 31 Mei 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, detikkota.com – Seorang pria berinisial SDY (52) ditangkap Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya setelah terbukti mencabuli dua pelajar kelas 5 SD dan kelas 8 SMP sesama jenis.

“Tersangka melakukan tindak kejahatan terhadap anak-anak atau pedhofilia. Korban anak laki-laki usia 11 tahun dan 13 tahun,” ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ganis Setyaningrum, Senin (31/5/2021).

Ganis menyebut bahwa terbongkarnya kasus tersebut bermula ketika salah satu korban yang berusia 11 tahun mengeluh sakit pada bagian anusnya kepada orangtuanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Orangtua salah satu korban akhirnya bertanya kepada anaknya. Kemudian dicek memang ada memar atau luka di bagian anusnya. Akhirnya orangtua korban melaporkan kasus tersebut ke kami,” ungkap Ganis.

Berbekal laporan tersebut, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pelabuhan Tanjung Perak meminta keterangan korban. Korban mengaku jika luka tersebut akibat disodomi oleh pelaku.

“Dari keterangan korban dan hasil visum, kami menangkap pelaku pada Sabtu (30/5/2021) malam,” tambahnya.

Ganis menambahkan, pelaku sudah memiliki kedekatan dengan keluarga korban. Sehingga keluarga korban tidak menaruh kecurigaan saat putranya dilatih silat oleh pelaku.

“Karena awalnya pelaku baik, sering memberikan petuah, sehingga keluarga korban menolongnya. Bahkan salah satu orangtua korban mengizinkannya pelaku itu mendiami rumahnya,” urainya.

Tapi ketika bulan Maret 2021, ulah jahat pelaku mulai muncul. Dia membujuk kedua korban untuk tidur dengannya pada malam hari usai berlatih silat. Kedua korban yang segan terhadap pelaku menuruti ajakan pelaku untuk tidur di rumah kosong tersebut.

“Agar korban tidak menceritakan kejadian itu kepada siapapun, pelaku mengiming-imingi pelatihan bela diri. Ancaman mereka harus tutup mulut. Kalau tidak, mereka tidak dilatih beladiri lagi,” beber Ganis.

Kasus ini masih terus dikembangkan untuk mengetahui korban lainnya.

“Hasil pemeriksaan penyidik, pelaku memiliki kelainan menyukai anak-anak sesama jenis. Terkait video porno, masih kami dalami,” tandasnya.

Sementara pelaku SDY mengakui bahwa dirinya tidak bisa menahan nafsunya lantaran dia sudah menduda 8 tahun setelah bercerai dengan istrinya.

“Suka perempuan sih, tapi enggak seberapa suka, karena saya trauma setelah berpisah dengan istri,” aku SDY. (Redho)

Berita Terkait

Temui Presiden FIFA, Prabowo Dorong Sepak Bola Jadi Instrumen Bangun Karakter Bangsa
Presiden Prabowo Minta Komunikasi Pemerintah Sederhana, Terbuka, dan Dialogis
BGN Buka Jalan Mitra MBG Ganti Yayasan yang Cuma Minta Setoran
Polri Mutasi 88 Pati dan Pamen, 19 Kapolda Berganti
Program Gentengisasi Merah Putih Direalisasikan, 500 Ribu Genteng dari Plered Dikirim Menggunakan 125 Truk
Pesan Listyo Sigit untuk Kapolri Suyudi: Jaga Amanah dan Utamakan Pelayanan Masyarakat
Nakhoda KM Virgo Transport 8 Jadi Tersangka, Ditpolair Korpolairud Lakukan Penahanan
Satpol PP Surabaya Segel Toko Mihol di Wonokromo, 10 Botol Diamankan

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Temui Presiden FIFA, Prabowo Dorong Sepak Bola Jadi Instrumen Bangun Karakter Bangsa

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Presiden Prabowo Minta Komunikasi Pemerintah Sederhana, Terbuka, dan Dialogis

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:53 WIB

BGN Buka Jalan Mitra MBG Ganti Yayasan yang Cuma Minta Setoran

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Polri Mutasi 88 Pati dan Pamen, 19 Kapolda Berganti

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Program Gentengisasi Merah Putih Direalisasikan, 500 Ribu Genteng dari Plered Dikirim Menggunakan 125 Truk

Berita Terbaru