Andi Amran Sulaiman Pimpin Rakornas Antisipasi Kemarau 2026, Target Produksi Beras 35,69 Juta Ton

Selasa, 21 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat memimpin Rakornas Antisipasi Musim Kemarau 2026 di Jakarta.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat memimpin Rakornas Antisipasi Musim Kemarau 2026 di Jakarta.

JAKARTA, detikkota.com – Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, memimpin Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Antisipasi Musim Kemarau 2026 yang digelar di Kantor Pusat Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Senin (20/4/2026).

Rapat tersebut dihadiri sejumlah kepala daerah dari berbagai wilayah, termasuk Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo, untuk membahas langkah mitigasi menghadapi potensi dampak kemarau panjang terhadap sektor pertanian.

Dalam arahannya, Mentan Amran menegaskan bahwa pemerintah menargetkan produksi beras nasional mencapai minimal 35,69 juta ton pada 2026, meningkat sekitar 1 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita harus bergerak cepat. Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, sekitar 64,5 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal, dan 57,2 persen wilayah akan menghadapi musim kemarau lebih panjang,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor serta penguatan infrastruktur air guna mencegah potensi gagal panen.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) melaporkan bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya penguatan infrastruktur irigasi melalui inventarisasi data berbasis aplikasi SIPURI, rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT), serta pembangunan sarana konservasi air seperti embung dan dam parit.

Selain itu, pemerintah juga mendorong penerapan manajemen budidaya tanaman yang lebih adaptif, seperti penjadwalan tanam presisi di daerah irigasi dan rawa, sosialisasi pola tanam kepada petani, serta optimalisasi sistem informasi pertanian seperti Simotandi, Siscrop, dan KATAM.

Pemerintah turut mengalokasikan anggaran untuk penguatan sarana irigasi di sejumlah daerah sentra produksi pangan, termasuk di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan.

Rakornas ini menegaskan pentingnya sinergi antara Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, serta petani dalam memastikan distribusi air irigasi berjalan efektif guna mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional pada 2026.

Penulis : M/Tan

Editor : M/Red

Berita Terkait

MEC 2026 Umumkan Peringkat Terbaik, Sumenep Mendominasi Kategori Pelajar
MEC 2026 Digelar di Keraton Sumenep, Budaya Jadi Penggerak Ekonomi
Presiden Prabowo Dorong Pendidikan Negeri SD hingga Universitas Gratis
Polri Kembali Raih WTP ke-13 dari BPK RI
Prabowo Ganti Menkeu, Suahasil Nazara Resmi Jadi Bendahara Negara
BREAKING NEWS: Dua Warga Madura Selamat dari Tragedi KM Virgo, Satu dari Sumenep
BREAKING NEWS: KM Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, 243 Orang di Atas Kapal
Presiden Prabowo Instruksikan TNI AL Cari Rombongan Jurnalis yang Hilang Kontak, 11 Kapal Dikerahkan

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 02:17 WIB

MEC 2026 Umumkan Peringkat Terbaik, Sumenep Mendominasi Kategori Pelajar

Minggu, 20 September 2026 - 02:03 WIB

MEC 2026 Digelar di Keraton Sumenep, Budaya Jadi Penggerak Ekonomi

Sabtu, 19 September 2026 - 09:12 WIB

Presiden Prabowo Dorong Pendidikan Negeri SD hingga Universitas Gratis

Kamis, 17 September 2026 - 11:26 WIB

Polri Kembali Raih WTP ke-13 dari BPK RI

Senin, 14 September 2026 - 16:55 WIB

Prabowo Ganti Menkeu, Suahasil Nazara Resmi Jadi Bendahara Negara

Berita Terbaru