Bansos Digital Nasional Bergulir, Banyuwangi Tampil sebagai Role Model

Rabu, 4 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat memaparkan pengalaman Pemkab Banyuwangi dalam pelaksanaan piloting digitalisasi bantuan sosial di Kementerian Dalam Negeri RI, Jakarta.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat memaparkan pengalaman Pemkab Banyuwangi dalam pelaksanaan piloting digitalisasi bantuan sosial di Kementerian Dalam Negeri RI, Jakarta.

BANYUWANGI, detikkota.com – Program digitalisasi bantuan sosial (bansos) yang dicanangkan Pemerintah Pusat akan diperluas ke 41 kabupaten/kota di Indonesia. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang menjadi daerah percontohan pertama diminta berbagi pengalaman dalam pelaksanaan program tersebut.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memaparkan praktik baik (success story) pelaksanaan piloting bansos digital dalam forum yang digelar di Kementerian Dalam Negeri RI, Jakarta, Selasa (3/2/2026), yang dihadiri sejumlah kepala daerah dari tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Dalam pemaparannya, Ipuk mengungkapkan bahwa proses pendataan bansos digital membutuhkan perangkat dan jaringan seluler yang memadai. Namun, kondisi geografis Banyuwangi menjadi tantangan tersendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tidak semua wilayah di Banyuwangi terjangkau sinyal. Di kawasan perkebunan bahkan tidak ada sinyal sama sekali. Selain itu, penerima bantuan juga tidak semuanya memiliki handphone,” ujar Ipuk.

Menghadapi kondisi tersebut, Pemkab Banyuwangi mengerahkan berbagai unsur untuk menjadi pendamping dalam proses pendataan dengan metode jemput bola. Mereka mendatangi langsung warga yang menjadi sasaran bantuan sosial.

“Kami melibatkan ASN, staf desa dan kelurahan, kader Dasawisma, pilar sosial, hingga tokoh agama. Jumlahnya lebih dari empat ribu orang yang turun langsung ke lapangan,” jelasnya.

Ipuk menegaskan, pelibatan ribuan pendamping tersebut tidak dibarengi dengan pengalokasian anggaran khusus. Seluruh pihak bergerak secara sukarela setelah diberikan pemahaman mengenai urgensi digitalisasi bansos.

“Tidak ada anggaran khusus yang kami siapkan. Semuanya bergerak secara sukarela. Tentu sebelumnya kami beri pemahaman yang utuh tentang pentingnya digitalisasi bantuan sosial ini,” tegasnya.

Untuk wilayah yang sulit dijangkau jaringan seluler, warga diarahkan datang ke kantor desa. Pendataan dilakukan secara bergilir agar penggunaan sinyal dapat berjalan optimal.

“Kami jadwalkan antar desa. Jadi sinyalnya bisa dibagi secara teratur, tidak berebut, supaya tidak lemot,” tutur Ipuk.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala daerah, di antaranya Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, serta kepala daerah lainnya.

Sebelum sesi berbagi pengalaman, peserta menerima paparan mengenai perlindungan sosial digital dari sejumlah pejabat nasional, termasuk Kepala Dewan Ekonomi Nasional sekaligus Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri PAN RB Rini Widyantini, dan Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk. Paparan juga disampaikan Kepala Bappenas Prof. Rachmat Pambudy, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, serta Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi.

Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa keberhasilan piloting di Banyuwangi membuat pelaksanaan digitalisasi bansos semakin efisien.

“Setelah sukses piloting di Banyuwangi, sekarang tahapannya jauh lebih efisien. Dalam waktu satu sampai dua bulan sudah bisa rampung,” kata Luhut.

Ia menambahkan, pemerintah menargetkan program tersebut dapat diterapkan secara nasional pada Oktober 2026.

“Targetnya Oktober nanti, bertepatan dengan dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo, digitalisasi bansos sudah diterapkan di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Penulis : Bi

Editor : Bi/Red

Berita Terkait

Banyuwangi Kembali Jadi Pilot Project Nasional Pengentasan Kemiskinan
Operasi Gabungan Gagalkan Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair dan 1,57 Juta Rokok Ilegal di Kepri
Semarak HUT RI ke-81, Dispangtan Purwakarta Gelar Berbagai Kegiatan
DPRD Sumenep Bahas Perubahan APBD 2026, Pendapatan Daerah Turun Rp175,16 Miliar
Bappeda Sumenep Siapkan Roadmap Pertumbuhan Ekonomi, Dorong Hilirisasi dan Investasi
Retreat GP Ansor Lenteng, Satukan Perspektif dan Perkuat Solidaritas
Jelang HUT RI ke-81, Kepala Dinas Bale Atikan Purwakarta Cek Langsung Progres Pengecatan Kantor
Banyuwangi Sambut Tim Asesor UNESCO untuk Revalidasi Geopark Ijen

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Banyuwangi Kembali Jadi Pilot Project Nasional Pengentasan Kemiskinan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Semarak HUT RI ke-81, Dispangtan Purwakarta Gelar Berbagai Kegiatan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:07 WIB

DPRD Sumenep Bahas Perubahan APBD 2026, Pendapatan Daerah Turun Rp175,16 Miliar

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:36 WIB

Bappeda Sumenep Siapkan Roadmap Pertumbuhan Ekonomi, Dorong Hilirisasi dan Investasi

Minggu, 9 Agustus 2026 - 16:47 WIB

Retreat GP Ansor Lenteng, Satukan Perspektif dan Perkuat Solidaritas

Berita Terbaru

Ketua Umum MIO Indonesia AYS Prayogi.

Polhukam

Kasus Hotman Paris, MIO Desak Polisi Jangan Tebang Pilih

Minggu, 23 Agu 2026 - 23:05 WIB