Berani Mitra, Solusi BPRS Bhakti Sumekar Memberikan Modal Bagi Pelaku Usaha Tanpa Jaminan

Kamis, 31 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar Kabupaten Sumenep, H Hairil Fajar, saat diwawancarai di ruangannya.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar Kabupaten Sumenep, H Hairil Fajar, saat diwawancarai di ruangannya.

SUMENEP, detikkota.com – Program baru Pick Up Tabungan dari kini bisa ditingkatkan menjadi Berani Mitra, permodalan tanpa jaminan. Ini tentu menjadi kabar gembira bagi pelaku usaha, baik UMKM hingga pedagang kaki lima (PKL) yang ada di Kabupaten Sumenep.

Pick Up Tabungan sendiri yaitu sistem menabung yang memudahkan nasabah dengan cara dijemput ke tempat nasabah tersebut berada. Program ini baru saja diluncurkan oleh PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep.

Direktur PT BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar menjelaskan bahwa Pick Tabungan itu ternyata bisa dilanjutkan dengan program Berani Mitra, yaitu singkatan dari Bismillah Gerakan Melayani UMKM Semakin Sejahtera.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jadi layanan Pick Up ke pelaku usaha di malam hari ini dilanjutkan dengan Berani Mitra, para pelaku usaha ini nanti bisa mengakses permodalan tanpa jaminan bagi mereka yang sudah aktif menabung di tabungan Barokah BPRS Bhakti Sumekar,” jelasnya.

Ia menyebutkan titik lokasi pelaku UMKM yang menjadi target Berani Mitra ini meliputi area jalan Diponegoro, Pasar Bangkal, Tajamara dan Jalan Setia Budi dekat Hotel Wijaya I & II.

Program Berani Mitra ini, kata dia, sebenarnya sudah berjalan selama tahun 2024, tetapi memang masih tahap Pick Up tabungan dan yang proses ditingkatkan ke permodalan dengan bunga yang hanya 0 persen, 3 persen dan 6 persen.

“Jadi mereka yang menabung aktif bisa mengakses permodalan tanpa jaminan dengan maksimal pinjaman Rp.5 juta,” tambahnya.

Hingga saat ini, lanjutnya, sosialisasi Berani Mitra ini telah digalakkan oleh petugas BPRS Bhakti Sumekar. Untuk sementara, program menabung mereka sudah berjalan namun permodalannya belum karena belum ada yang ingin meminjam modal.

Meskipun demikian, program ini memiliki kelebihan dan mekanisme yang unik, dimana pelaku UMKM yang telah mengajukan pinjaman modal untuk pengembangan usahanya, cicilannya juga bisa dilakukan sembari menabung melalui Pick Up tabungan sesuai pendapatan yang ingin ditabung sesuai jadwal.

“Saat UMKM telah mengajukan permodalan untuk buka cabang baru dan beli gerobak dagang misalnya, sembari menabung, mereka juga bisa sambil menyicil pinjamannya,” jelasnya lagi.

Selain memajukan UMKM, kata dia, program ini juga ditujukan untuk memberantas rentenir yang berbunga besar dan memberatkan pelaku usaha kecil sampai-sampai mereka terlilit hutang.

“Kita berkomitmen mendukung akses keuangan mereka biar tidak pinjam ke rentenir perorangan yang memberatkan si peminjam,” tegasnya.

Ia berharap, dengan adanya program ini pelaku UMKM bisa lebih teredukasi untuk menabung dan membuka akses yang luas bagi yang ingin mengembangkan usahanya.

“Semoga dengan Berani Mitra ini pelaku UMKM itu terbiasa menabung untuk berjaga-jaga, berinvestasi demi kemajuannya,” tutupnya.

 

Berita Terkait

Pemerintah Terapkan Batas Usia Minimum Platform Digital, Anak di Bawah 16 Tahun Dibatasi
Mulai April 2026, ASN Sumenep Wajib Non-BBM Setiap Hari Jumat
Program Bike to Work Pemkab Probolinggo Diperkuat di Tengah Efisiensi BBM
Kepala BNPB Tinjau Banjir Pasuruan, Soroti Penanganan Jangka Pendek hingga Panjang
Larasati 2026 Hidupkan Ruang Publik dan Gairahkan Ekonomi Kreatif Kota Probolinggo
Gerakan Indonesia Asri 2026, Wali Kota Probolinggo Pimpin Kerja Bakti Massal di Kawasan Pasar
Pemkot Surabaya Terbitkan SE Antisipasi Urbanisasi Pasca Lebaran 2026
Presiden Prabowo Dorong Percepatan Program Waste to Energy di Kota Besar

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:00 WIB

Pemerintah Terapkan Batas Usia Minimum Platform Digital, Anak di Bawah 16 Tahun Dibatasi

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:44 WIB

Mulai April 2026, ASN Sumenep Wajib Non-BBM Setiap Hari Jumat

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:51 WIB

Program Bike to Work Pemkab Probolinggo Diperkuat di Tengah Efisiensi BBM

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:50 WIB

Kepala BNPB Tinjau Banjir Pasuruan, Soroti Penanganan Jangka Pendek hingga Panjang

Jumat, 27 Maret 2026 - 11:54 WIB

Gerakan Indonesia Asri 2026, Wali Kota Probolinggo Pimpin Kerja Bakti Massal di Kawasan Pasar

Berita Terbaru

Surat Edaran Bupati Sumenep Nomor 17 Tahun 2026 tentang penghematan BBM yang mewajibkan ASN menggunakan transportasi non-BBM setiap hari Jumat.

Pemerintahan

Mulai April 2026, ASN Sumenep Wajib Non-BBM Setiap Hari Jumat

Sabtu, 28 Mar 2026 - 12:44 WIB