TPID Sumenep Pantau Harga Bapok Jelang Lebaran, Stok Aman dan Harga Relatif Stabil

Selasa, 17 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TPID Kabupaten Sumenep bersama OPD terkait melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Anom menjelang Idulfitri 1447 H.

TPID Kabupaten Sumenep bersama OPD terkait melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Anom menjelang Idulfitri 1447 H.

SUMENEP, detikkota.com — Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sumenep melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Selasa (17/3/2026).

Pemantauan dilakukan di Pasar Anom Sumenep dengan melibatkan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Dadang Dedy Iskandar, perwakilan Bulog, Polres Sumenep, serta instansi terkait lainnya.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Sumenep, Moh. Ramli, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan ketersediaan bahan pokok secara umum dalam kondisi aman, sementara harga relatif stabil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari sisi ketersediaan barang kebutuhan pokok aman. Beberapa komoditas memang ada yang naik, namun sebagian lainnya justru mengalami penurunan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu komoditas yang mengalami kenaikan adalah daging sapi. Harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp130 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram, kini naik menjadi sekitar Rp150 ribu.

Menurutnya, kenaikan tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan pasokan sapi serta meningkatnya permintaan menjelang Lebaran.

“Karena ada keterbatasan pengiriman sapi dan kenaikan harga dari peternak, otomatis harga jual di tingkat pedagang ikut naik,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya terus berupaya mendorong stabilisasi harga agar tidak terus mengalami kenaikan, terutama pada komoditas yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Selain memantau harga di pasar tradisional, TPID juga melakukan pengecekan ke pedagang grosir bersama tim Satgas Pangan guna memastikan tidak terjadi penimbunan barang yang dapat memicu kelangkaan.

Pengawasan turut dilakukan di sejumlah toko modern untuk memastikan produk yang dijual masih layak konsumsi dan tidak melewati masa kedaluwarsa.

Ramli juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang berpotensi memicu kepanikan pasar.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak belanja berlebihan, karena pemerintah hadir untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga,” pungkasnya.

Penulis : M

Editor : Id

Berita Terkait

Rupiah Masih Tertekan Meski Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen
Surat Mengendap Hampir Tiga Bulan, BTN Sumenep Baru Buka Suara Soal KPR dan Perumahan
BSI dan Pemkab Subang Gelar “Subang Berhaji” untuk Antisipasi Keterbatasan Kuota Haji
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.420–Rp17.460 per Dolar AS
Direktur BPRS Bhakti Sumekar: Hardiknas 2026 Momentum Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Generasi Muda
BI Gandeng BRI Sumenep, Gaungkan Cinta Rupiah ke Generasi Muda
Operasi Pasar LPG 3 Kg di Probolinggo Diserbu Warga, Harga Dijaga Tetap Stabil
Analis Nilai Harga Emas Berpotensi Menguat di Tengah Dinamika Global

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:31 WIB

Rupiah Masih Tertekan Meski Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:43 WIB

Surat Mengendap Hampir Tiga Bulan, BTN Sumenep Baru Buka Suara Soal KPR dan Perumahan

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:13 WIB

BSI dan Pemkab Subang Gelar “Subang Berhaji” untuk Antisipasi Keterbatasan Kuota Haji

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:09 WIB

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.420–Rp17.460 per Dolar AS

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:34 WIB

Direktur BPRS Bhakti Sumekar: Hardiknas 2026 Momentum Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Generasi Muda

Berita Terbaru

Ilustrasi

Ekonomi

Rupiah Masih Tertekan Meski Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:31 WIB

Ilustrasi

Internasional

Bank Sentral Dunia Jual 30 Ton Emas, Tekan Harga Logam Mulia Global

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:27 WIB