Berbeda dari Pemerintah, Jemaah Aolia di Gunungkidul Gelar Shalat Idul Fitri Hari ini, Ikuti Perintah Mbah Benu

Jumat, 5 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

YOGYAKARTA, detikkota.com – Umat muslim Jemaah Masjid Aolia di Panggang, Giriharjo, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaksanakan shalat Idul Fitri 1445 Hijriah hari ini, Jumat (05/04/2024).

Pelaksanaan ibadah shalat Idul fitri Jemaah Masjid Aolia ini berselang lima hari lebih awal dari Lebaran versi pemerintah yang kemungkinan jatuh pada 10 April 2024.

Dikutip CNN Indonesia, pelaksanaan shalat Idul fitri Jemaah Masjid Aolia di Giriharjo bertempat di sejumlah titik. Beberapa di antaranya yakni Masjid Aolia dan kediaman pimpinan Jemaah Masjid Aolia Raden Ibnu Hajar Pranolo atau akrab disebut Mbah Benu di Dusun Panggang III, Giriharjo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ratusan jemaah Masjid Aolia berbondong-bondong ke kedua lokasi itu sejak pagi pukul 06.00 WIB. Gema takbir berkumandang hingga salat dimulai pukul 07.00 WIB.

Tahun lalu, Jemaah Masjid Aolia juga melaksanakan salat Idulfitri lebih awal, yakni pada 20 April 2023. Sementara Lebaran versi pemerintah tahun lalu ditetapkan 21-22 April 2023.

Jemaah masjid Aolia mulai menunaikan puasa lebih awal pada Kamis, 7 Maret 2024. Terkait itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gunungkidul telah memberikan penjelasan.

“Kemenag sudah klarifikasi ke Mbah Ibnu (Imam masjid Aolia, KH Ibnu Hajar Pranolo) mengapa mulai tarawihnya tadi malam. Sudah ketemu dan (Ibnu) menyampaikan penjelasan bahwa itu berdasarkan keyakinan beliau,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Gunungkidul, Sa’aban Nuroni dikutip detikcom, Kamis (07/03).

Kemenag menghormati sikap kelompok yang memiliki keyakinan berbeda mengenai awal maupun akhir Ramadhan. Terkait jemaah masjid Aolia melaksanakan ibadah Ramadhan lebih awal, kata Nuroni, hal tersebut selalu terjadi sejak lama. Namun biasanya Jemaah Aolia hanya berbeda satu atau dua hari dari kalender pemerintah. Pada tahun ini perbedaannya mencapai tiga hingga empat hari.

Dia mengatakan jemaah Aolia tidak memiliki perbedaan dengan masyarakat muslim pada umumnya. Adapun perbedaannya hanya di sistem penanggalan yang juga sering dijumpai pada kelompok lain.

Berita Terkait

Bupati Purwakarta Tegur Keras Disperkim, Papan Kegiatan Proyek Dipasang di Pagar Jadi Sorotan
Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan
Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada
Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA
GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten
Wali Kota Eri Datangi Penyalur ART di Gunung Anyar, Pekerja Terjerat Denda Rp3,5 Juta Dipulangkan

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Bupati Purwakarta Tegur Keras Disperkim, Papan Kegiatan Proyek Dipasang di Pagar Jadi Sorotan

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap

Berita Terbaru