Bupati Banyuwangi Dorong Pencegahan Pelecehan Seksual di Transportasi Umum

Kamis, 4 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat menghadiri talk show pencegahan kekerasan seksual di Stasiun Banyuwangi Kota.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat menghadiri talk show pencegahan kekerasan seksual di Stasiun Banyuwangi Kota.

BANYUWANGI, detikkota.com – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam mencegah pelecehan seksual di transportasi umum, termasuk kereta api.

Hal itu disampaikan Ipuk saat menghadiri talk show bertema “Justice for Women Against Sexual Harassment, With KAI Give Innovation for Safe Journey Solution” yang digelar PT KAI Daop 9 Jember bersama Osing Train Community (OTC) di Stasiun Banyuwangi Kota, Rabu (9/3/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Ipuk mengapresiasi langkah PT KAI yang terus melakukan transformasi pelayanan untuk menjamin kenyamanan dan keamanan penumpang. Salah satunya melalui fitur female seat map yang memungkinkan penumpang perempuan memilih tempat duduk sejak pemesanan tiket.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mengapresiasi PT KAI yang telah menghadirkan langkah nyata pencegahan dengan memberikan fitur keamanan khusus perempuan. Apalagi kereta api kini menjadi salah satu primadona transportasi publik sehingga keamanan dan kenyamanan penumpang harus menjadi prioritas,” ujar Ipuk.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 peserta, terdiri atas pelajar, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat. Sejumlah narasumber juga hadir, di antaranya Brigpol Wahyu Putri Suryaningtiyas (Satreskrim Polres Banyuwangi), Farida Hanum (Manager Program Stapa Center), serta Dessy Purnama (Unit Angkutan dan Fasilitas PT KAI Daop 9 Jember).

Menurut Ipuk, edukasi dan penanaman kesadaran untuk mencegah perilaku buruk, termasuk pelecehan, harus dimulai sejak dini di lingkungan keluarga, serta didukung masyarakat dan aparat terkait.

Sementara itu, Manajer Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menegaskan pentingnya membangun ruang aman di transportasi publik. Ia juga mendorong penumpang untuk berani melapor jika mengalami atau menyaksikan tindakan pelecehan, baik kepada petugas stasiun, kondektur, Polsuska, maupun melalui media sosial KAI.

“Kami memberikan sanksi tegas berupa blacklist kepada pelanggan yang terbukti melakukan pelecehan seksual, baik di stasiun maupun di dalam kereta api,” tegas Cahyo.

Berita Terkait

Dinsos Sumenep Tanggapi Kasus Dua Janda Tak Terima Bansos, Minta Cek DTKS dan Verifikasi Lapangan
Anggaran Kerja Sama Publikasi Diskominfo Purwakarta Dipangkas Drastis, Insan Pers Nilai Bentuk Penghinaan
Dua Janda Miskin di Bunbarat Belum Terdata Bansos, Hidupi Balita Yatim
Wabup Probolinggo Pimpin Penertiban Sungai Opo-Opo, Normalisasi Jadi Prioritas Penanganan Banjir
Perkuat Harmoni, Kapolres Sumenep Silaturahmi ke Ponpes Al-Amien Prenduan
Kapolres Sumenep Silaturahmi dengan Ketua MUI Perkuat Sinergi Kamtibmas
Anggaran Publikasi Media Diskominfo Purwakarta 2026 Turun Drastis Jadi Rp250 Juta, Wartawan Soroti Sistem Pengajuan
Dua Janda Miskin di Desa Bunbarat Belum Tersentuh Bansos Dinsos Sumenep

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 20:41 WIB

Dinsos Sumenep Tanggapi Kasus Dua Janda Tak Terima Bansos, Minta Cek DTKS dan Verifikasi Lapangan

Kamis, 22 Januari 2026 - 20:39 WIB

Anggaran Kerja Sama Publikasi Diskominfo Purwakarta Dipangkas Drastis, Insan Pers Nilai Bentuk Penghinaan

Kamis, 22 Januari 2026 - 18:55 WIB

Dua Janda Miskin di Bunbarat Belum Terdata Bansos, Hidupi Balita Yatim

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:34 WIB

Wabup Probolinggo Pimpin Penertiban Sungai Opo-Opo, Normalisasi Jadi Prioritas Penanganan Banjir

Rabu, 21 Januari 2026 - 20:34 WIB

Perkuat Harmoni, Kapolres Sumenep Silaturahmi ke Ponpes Al-Amien Prenduan

Berita Terbaru