Dengan Vaksinasi Nasional, Pilkada & Pemilu 2024 Bisa Tetap Digelar

Minggu, 18 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, detikkota.com – Pesta demokrasi mendatang akan menorehkan sejarah baru bagi kita semua. Hal tersebut juga menjadi fenomena baru melihat masih tersebarnya Covid-19. Dimana mau tidak mau penyelenggara mengharuskan Pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia harus berjalan dengan mempunyai inovasi dan skema yang baru. Dengan seperti itu, demokrasi tetap berjalan, salah satunya dengan upaya percepatan vaksin agar terbentuk herd immunity di kalangan masyarakat Indonesia.

Hal tersebut disampaikan melalui dialog publik yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah Indonesia (BEM PTMI) dengan tajuk “Merawat Demokrasi di Tengah Pandemi Covid Melalui Gerakan Vaksinasi”. Dalam agenda tersebut dihadiri oleh pengurus BEM PTMI yang mencoba mengulas dan mencari solusi terkait demokrasi di tengah pandemi, Minggu (18/07/2021) di Jakarta Selatan.

Nur Eko Suhardana, selaku Koorpresnas BEM PTMI mengungkapkan bahwa perihal demokrasi di negara indonesia, dalam hal ini pilkada dan pemilu 2024 harus tetap berjalan jika pandemi Covid-19 masih berlangsung. Tentunya harus ada langkah-langkah strategis dalam mempersiapkan itu semua, salah satunya melalui upaya vaksinasi agar terbentuknya herd immunity. Sehingga kita bisa menyelenggarakan pesta demokrasi yang aman dan tentram.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jika pandemi masih ada, pemilu di Indonesia harus tetap dilaksanakan demi regenerasi. Penyelenggara harus membuat inovasi dan skema terbaik nya,” kata Eko.

Hendi selaku Presidum Nasional BEM PTM Zona III (DKI Jakarta, Banten, Jawabarat) menyatakan bahwa pandemi covid-19 telah memukul banyak sektor kehidupan bernegara termasuk pula kualitas berdemokrasi.

Sudah semestinya langkah-langkah penanganan krisis selama masa pandemi oleh pemerintah tetap mengedepankan kualitas demokrasi, satu hal yang perlu kita tekankan, pandemi tidak boleh melunturkan nilai demokrasi. Tugas kita kedepan tidak mudah, kita harus pastikan bahwa demokrasi tetap berjalanan walau  ditengah pandemi.

“Mari kita sambut demokrasi melalui vaksinasi untuk sama-sama merawat demokrasi dan mulailah untuk selalu optimistis, berpikir positif dan mengambil hikmah dari semua ini. Agar kita sama-sama bisa menikmati Indonesia segera pulih kembali,” ungkap Hendi.

Gilang Purnama Koordinator Daerah BEM PTMI Banten juga mengatakan bahwa pandemi covid-19 telah membuat banyak sektor kehidupan bernegara terdampak, seperti ekonomi, sosial dan termasuk pula kualitas berdemokrasi.

“Satu hal yang saya ingin katakan, pandemi  tidak boleh menjadi penghalang. Maka dari pada itu hal yang paling utama untuk merawat demokrasi di keadaan pandemi saat ini adalah dengan ikut berpartisipasi melalui program vaksinasi nasional, agar vaksinasi bisa secepatnya merata,” ujarnya.

Sementara itu Koordinator Daerah BEM PTMI DKI Jakarta, Faisal Abdul Rahman mengatakan melalui penyelenggaraan demokrasi masyarakat dapat membangun kepercayaan diri untuk tegar menghadapi sebuah krisis, menjaga ketahanan nasional ditengah kesusahan, mengatasi perpecahan yang mendalam melalui dialog dan partisipasi inklusif, serta mempertahankan keyakinan bahwa pengorbanan akan ditanggung bersama dan hak semua warga negara dihormati.

“Ayo kita sukseskan vaksinasi untuk sama-sama merawat demokrasi melalui vaksinasi nasional agar pesta demokrasi 2024 aman dan sesuai dengan koridornya,” tandasnya. (Red)

Berita Terkait

Presiden Prabowo: Olahraga Cerminan Kekuatan dan Kebangkitan Bangsa
Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Pemerintah Bentuk Satgas Percepatan Pemulihan Pascabencana Aceh, Sumut, dan Sumbar
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 14:12 WIB

Presiden Prabowo: Olahraga Cerminan Kekuatan dan Kebangkitan Bangsa

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Rabu, 7 Januari 2026 - 13:07 WIB

Pemerintah Bentuk Satgas Percepatan Pemulihan Pascabencana Aceh, Sumut, dan Sumbar

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Berita Terbaru

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Pemerintahan

SPBE Banyuwangi Tertinggi Nasional, KemenPAN-RB Beri Nilai 4,87

Jumat, 9 Jan 2026 - 14:06 WIB