Disdik Sumenep Minimal 50 Persen Lakukan PTM Secara Bergantian

Senin, 7 Juni 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, detikkota.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa timur, menetapkan sejumlah persyaratan yang dipenuhi sekolah terkait protokol kesehatan (prokes) dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang harus dipenuhi sekolah.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdik Sumenep, Moh. Iksan mengatakan, hal itu mengacu pada aturan Kementrian soal pembelajaran tatap muka (PTM) dimasa pandemi Covid-19

“Ya kalau kami masih mengacu dari apa yang diperintahkan Kementerian. Minimal 50 persen kita akan lakukan PTM secara bergantian,” Ujar Iksan (7/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para guru dan murid diimbau untuk senantiasa menjalani protokol kesehatan 3M, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Selain itu, para guru dan murid diharapkan selalu menjaga imunitas tubuh, agar terhindar dari risiko tertular covid-19.

“Kita sudah mendapatkan bantuan masker, hand sanitizer dan lainnya. Saya akan berikan semua kepada Kepala Sekolah untuk menjaga ada siswa atau guru yang lupa membawa masker,” tambahnya.

Sementara itu, untuk pelaksanaan PTM sendiri sudah berjalan sejak pertengahan awal bulan tahun 2021 lalu.

“Sumenep sudah mulai tanggal 26 Januari 2021 lalu sudah melaksanakan PTM seperti yang diintruksikan Kementrian, makanya saya bilang, minimal 50 persen atau ful,” Jelasnya.

“Diperlukan peran yang lebih dari guru dan orang tua siswa agar dapat memastikan seluruh siswa langsung pulang ke rumah ketika selesai pembelajaran tatap muka,” Tutupnya. (Fer)

Berita Terkait

Presiden Prabowo: Olahraga Cerminan Kekuatan dan Kebangkitan Bangsa
Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Pemerintah Bentuk Satgas Percepatan Pemulihan Pascabencana Aceh, Sumut, dan Sumbar
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 14:12 WIB

Presiden Prabowo: Olahraga Cerminan Kekuatan dan Kebangkitan Bangsa

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Rabu, 7 Januari 2026 - 13:07 WIB

Pemerintah Bentuk Satgas Percepatan Pemulihan Pascabencana Aceh, Sumut, dan Sumbar

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Berita Terbaru

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bangkalan, Zainal Alim, mewakili Sekda Bangkalan saat memberikan sambutan pada Musyawarah Wilayah VI RAPI Wilayah 1301 Bangkalan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Minggu (11/1/2026).

Pemerintahan

Pemkab Bangkalan Perkuat Sinergi Informasi melalui Muswil VI RAPI

Minggu, 11 Jan 2026 - 11:30 WIB