DLH Banyuwangi Tegaskan TPS3R Sobo Bukan TPA dan Tidak Menimbulkan Bau

Selasa, 3 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas pengelolaan sampah di TPS3R Balak, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, yang menjadi percontohan pengolahan sampah ramah lingkungan.

Aktivitas pengelolaan sampah di TPS3R Balak, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, yang menjadi percontohan pengolahan sampah ramah lingkungan.

BANYUWANGI, detikkota.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuwangi menegaskan bahwa Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) berbeda dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). TPS3R bukan lokasi pembuangan sampah, melainkan fasilitas pemilahan dan pengolahan sampah yang dikelola secara tertutup dan tidak menimbulkan bau.

Kepala DLH Banyuwangi Dwi Handayani menyampaikan, TPS3R memiliki konsep pengelolaan sampah skala kawasan yang dirancang untuk berada dekat dengan sumber timbulan sampah, termasuk di sekitar permukiman warga.

“Perlu kami luruskan, TPS3R berbeda dengan TPA. TPS3R adalah fasilitas pengolahan sampah, bukan tempat penumpukan sampah,” kata Dwi Handayani, Senin (1/2/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemkab Banyuwangi berencana membangun TPS3R Sobo sebagai bagian dari upaya penguatan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan. Menurut Yani, sapaan akrab Kepala DLH, TPS3R menerapkan konsep bangunan tertutup dengan sistem pengolahan yang terkontrol serta dilengkapi teknologi pengelolaan yang memadai.

Ia memastikan operasional TPS3R tidak akan menimbulkan bau menyengat maupun sampah berserakan. Hal tersebut telah dibuktikan melalui pembangunan sejumlah TPS3R di wilayah Banyuwangi yang tidak menimbulkan keluhan dari masyarakat sekitar.

“TPS3R yang sudah kami bangun dan kelola sesuai SOP tidak menimbulkan gangguan lingkungan,” tegasnya.

Sebelumnya, Pemkab Banyuwangi telah membangun TPS3R Balak di Kecamatan Songgon serta TPS3R Desa Tembokrejo di Kecamatan Muncar dengan konsep ramah lingkungan. TPS3R Tembokrejo bahkan meraih penghargaan Plakat Adipura sebagai TPS3R Terbaik Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Yani menambahkan, TPS3R Sobo akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 1,8 hektare, dengan luas area pemanfaatan sekitar 9.200 meter persegi. Sementara luas bangunan pengolahan hanya sekitar 0,4 hektare.

“Sampah yang masuk langsung diolah dan dipilah. Sampah bernilai ekonomi akan dijual, sampah organik diolah menjadi kompos dan maggot, sedangkan residu yang tidak bisa diolah akan dibawa ke TPA. Kami juga menyiapkan area hijau sebagai buffer zone untuk mengurangi potensi bau,” jelasnya.

DLH berharap masyarakat di sekitar lokasi tidak khawatir dengan pembangunan TPS3R Sobo. Pasalnya, fasilitas tersebut bukan tempat pembuangan sampah, melainkan pusat pengolahan yang tertib dan terkelola.

“Selain menjaga lingkungan, TPS3R juga membuka peluang nilai tambah ekonomi dari pengelolaan sampah. Ini bagian dari komitmen pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” pungkas Yani.

Penulis : Bi

Editor : M/Red

Berita Terkait

Bupati Purwakarta Tegur Keras Disperkim, Papan Kegiatan Proyek Dipasang di Pagar Jadi Sorotan
Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan
Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada
Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA
GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten
Wali Kota Eri Datangi Penyalur ART di Gunung Anyar, Pekerja Terjerat Denda Rp3,5 Juta Dipulangkan

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Bupati Purwakarta Tegur Keras Disperkim, Papan Kegiatan Proyek Dipasang di Pagar Jadi Sorotan

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap

Berita Terbaru