DPRD Sumenep Desak Dinas PUTR Realisasikan Proyek Fisik

Kamis, 27 April 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi III, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Dulsiam.

Ketua Komisi III, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Dulsiam.

SUMENEP, detikkota.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mendesak agar eksekutif segera merealisasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2023, khususnya anggaran untuk pembangunan infrastruktur.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sumenep, Dulsiam mengatakan, hingga saat ini tidak satupun proyek fisik dilaksanakan. Padahal, sudah memasuki akhir April.

“Paling tidak awal Mei tahun ini sudah ada infrastruktur yang tergarap. Sebab, waktunya sudah mepet,” katanya, Kamis (27/4/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, apabila proyek fisik dengan pagu besar tidak segera digarap maka bisa dipastikan akan melampaui target pengerjaan. Seperti proyek jalan dan lainnya.

“Seharusnya pasca lebaran Idul Fitri ini sudah mulai dikerjakan, jika tidak maka pengerjaan proyek akan tergesa-gesa dan berpotensi tidak sesuai spesifikasi,” sebutnya.

Pihaknya menuturkan, proyek fisik yang rawan dikerjakan tidak sesuai dengan target bertumpu di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep.

“Kami akan agendakan pemanggilan untuk PUTR, agar proyek fisik bisa segera direalisasikan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Kabupaten Sumenep, Eri Susanto melalui Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Agus Adi Hidayat mengakui bahwa, semua proyek fisik, khususnya jalan, hingga saat ini belum dikerjakan.

“Rencananya, bulan Mei sudah ada yang dilaksanakan tetapi bukan keseluruhan,” jelasnya.

Saat ini, lanjutnya, sudah ada 5 proyek yang dilelang, yakni peningkatan jalan Bilis Bilis-Pabian Rp7 miliar, Karang Tengah-Gayam Rp1,9 miliar, Pancor-Prambanan Rp4, 7 miliar, jalan Cempaka-Prancak Rp6,3 miliar dan peningkatan jalan Tengedan-Aeng Merah Rp4,2 miliar.

“Masalah pengerjaannya, nanti akan disosialisasikan dulu ke DPRD Sumenep,” ucapnya.

Agus menjelaskan, penyebab molornya pengerjaan proyek fisik karena proses lelang yang cukup lama. Sebab lain, ada penyesuaian APBD 2023 dengan Peraturan Menteri Keuangan terbaru soal peruntukan dana alokasi umum (DAU).

Berita Terkait

R. Mochamad Daud Rizky F Dipercaya Pimpin Aryaniaga 74, Dorong Kolaborasi Bisnis dan Penguatan Ekonomi Alumni P2NK 74
Video Cekcok Viral, Pasien Meninggal: Roni Tagih Klarifikasi Manajemen BHC Sumenep
Prabowo Panggil Bahlil, Evaluasi Gangguan Listrik dan Pastikan Stok BBM Nasional Aman
CLC Singapura Tertarik Pelajari Pengelolaan Air, Sampah, dan RTH Surabaya
APBD Sumenep 2027 Diproyeksikan Defisit Rp96 Miliar, DPRD Bahas Nota Keuangan
Ekonomi Jatim Tumbuh 5,84 Persen, Khofifah Perkuat Peran Gerbang Baru Nusantara
Polres Mojokerto Sediakan Shelter Gratis untuk Ojol, Kurir hingga Taksi Online
Bupati Sumenep Dorong Penguatan Spiritual ASN Lewat Gerakan Baca 111.111 Kali Surah Al-Waqi’ah

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:45 WIB

R. Mochamad Daud Rizky F Dipercaya Pimpin Aryaniaga 74, Dorong Kolaborasi Bisnis dan Penguatan Ekonomi Alumni P2NK 74

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Video Cekcok Viral, Pasien Meninggal: Roni Tagih Klarifikasi Manajemen BHC Sumenep

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Prabowo Panggil Bahlil, Evaluasi Gangguan Listrik dan Pastikan Stok BBM Nasional Aman

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:38 WIB

CLC Singapura Tertarik Pelajari Pengelolaan Air, Sampah, dan RTH Surabaya

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:46 WIB

APBD Sumenep 2027 Diproyeksikan Defisit Rp96 Miliar, DPRD Bahas Nota Keuangan

Berita Terbaru