SUMENEP, detikkota.com – Program makan gratis bergizi di Kabupaten Sumenep kembali menuai sorotan setelah siswa SDN Karanganyar, Kecamatan Kalianget, diduga menerima makanan dalam kondisi tidak layak konsumsi, Selasa (28/4/2026).
Peristiwa tersebut memicu reaksi keras dari wali murid yang menilai program tidak berjalan sesuai tujuan awal, yakni memenuhi kebutuhan gizi anak. Makanan yang diterima siswa disebut dalam kondisi tidak segar dan jauh dari standar Angka Kecukupan Gizi (AKG).
Bahkan, dugaan serupa disebut bukan kali pertama terjadi. Berdasarkan video yang beredar, kejadian serupa juga dilaporkan terjadi pada 14 April 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Program tersebut dikelola oleh SPPG Yayasan Bejreh Barokah Bangsa yang beroperasi di wilayah Kalianget Barat. Lembaga ini kini menjadi perhatian setelah dinilai tidak maksimal dalam menjalankan tanggung jawabnya.
Salah satu wali murid mengaku kecewa atas kejadian tersebut. “Ini keterlaluan. Anak-anak seharusnya mendapat makanan bergizi, bukan makanan busuk,” ujarnya.
Kritik juga disampaikan aktivis LSM BIDIK, Sufriadi. Ia menilai pengelola program gagal menjaga kualitas makanan dan mencederai kepercayaan publik.
“Namanya saja SPPG, tapi tidak mencerminkan kualitas gizi. Ini jelas memalukan dan tidak bisa ditoleransi,” tegasnya.
Ia juga meminta agar pengelola lebih bertanggung jawab dalam menjalankan program tersebut. “Kalau tidak siap menyajikan makanan yang layak dan bergizi, lebih baik tutup saja,” tambahnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola maupun instansi terkait mengenai dugaan tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan evaluasi dan pengawasan lebih ketat agar program yang menyangkut kesehatan anak dapat berjalan sesuai standar dan tidak menimbulkan dampak negatif.
Penulis : M
Editor : Id







