FKMS Gelar Audiensi Pertanyakan Perkembangan Kasus Korupsi Gedung Dinkes Sumenep

Rabu, 19 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat Audiensi FKMS Dengan Kajari Sumenep

Saat Audiensi FKMS Dengan Kajari Sumenep

SUMENEP, detikkota.com – Front Keluarga Mahasiswa Sumenep (FKMS) gelar audiensi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat, Rabu (19/1/2022).

Mahasiswa mempertanyakan soal perkembangan kasus korupsi gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep yang sudah hampir 7 tahun lamanya belum menemukan titik terang

Padahal dalam kasus yang merogoh kocek APBD Kabupaten Sumenep tahun 2014 sekitar Rp 4,5 miliyar tersebut, sudah ditetapkan tiga orang tersangka oleh Kepolisian yaitu, Imam Mahmudi, Ary Broto Muljantoro, dan Muhsi Al Qodri. Pada Oktober 2019 lalu

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kendati demikian, hingga saat ini ketiganya belum dilakukan penahanan baik oleh Kepolisian maupun kejaksaan.
Entah alasan apa yang mendasari tindakan tersebut, yang jelas hal tersebut cukup membuat hati rakyat Sumenep sakit.

Ibarat sebuah serial senitron memasuki tahun 2022 episode kasus ini masih terus berlanjut dan setiap episode ceritanya terus dibumbui drama yang membuat publik sebagai penonto terus bertanya kapan berakhir ?. Misalnya drama soal lambannya penanganan kasus ini hingga cerita pingpong antar lembaga yudikatif dengan dalih belum memenuhi syarat formil dan materil

Lantas dalam benak publik terus muncul pertanyaan, Kejaksaan atau Kepolisian yang lambat?. Sebab penetapan tersangka pernah dilakukan uji di Pra Peradilan dan keluar keputusan bahwa pentepan tersebut tidak menyalahi hukum prosedur

“7 tahun lamanya dugaan kasus korupsi tak kunjung selesai. Harapan FKMS tahun ini dugaan korupsi gedung dinkes harus selesai sehingga,” kata Maksudi Presiden FKMS berharap, usai audiensi dengan Kajari Sumenep, Adi Tyogunawan.

Sementara, disampaikan Kajari Sumenep, Adi Tyogunawan, pada intinya Polres Sumenep selalu tidak melengkapi syarat formil maupun materiil sesuai petunjuk Kejari.

“Contohnya Surat Perintah Penyidikan, Berita Acara Pemeriksaan (BAP), syarat formil ini tidak dilengkapi, bahkan syarat materiil seperti yang tercantum Pasal 2 dan 3 juga tidak dilengkapi,” kata Kajari Adi Tyogunawan.

Perlu diketahui, gedung Dinas Kesehatan Sumenep yang dibangun pada tahun 2014 dari APBD Sumenep senilai Rp. 4,5 miliar ini berujung kepada dugaan korupsi dan menyeret pelaksana proyek Imam Mahmudi sebagai tersangka yang bertanggung jawab atas pembangunan proyek tersebut.

Imam Mahmudi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Sumenep pada medio akhir bulan Oktober 2019. Meskipun kuasa hukum tersangka, membantah bahwa yang bertanggung jawab atas proyek itu adalah pemenang tendernya, yaitu PT Wahyu Sejahtera Bersama, dan penerima kuasa pelaksananya Muhsi Alqodri.

Ketidakpuasan ini kemudian berlanjut kepada gugatan praperadilan yang diajukan tersangka Imam Mahmudi. Akan tetapi hakim ketika membacakan amar putusan praperadilan menolak bahwa dalil yang diujikan pemohon tidak terbukti.

Menurut hakim kala itu, penetapan Imam Mahmudi sebagai tersangka yang dilakukan Polres Sumenep sudah sesuai prosedur.

Kajari Sumenep Adi Tyogunawan menegaskan bahwa penyidik sudah menetapkan tiga orang sebagai tersangka

“Per Jumat ini, berkas tiga tersangka itu kami kembalikan lagi ke penyidik Polres,” terang Kajari Sumenep Adi Tyogunawan. (TH)

Berita Terkait

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah
Aksi Solidaritas di Polres Sumenep Desak Keadilan bagi Korban Pencabulan Anak
Aksi PMII UNIBA Memanas, Kepala Disbudporapar Sumenep Walk Out dari Dialog

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:41 WIB

Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:38 WIB

Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah

Berita Terbaru

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Pemerintahan

SPBE Banyuwangi Tertinggi Nasional, KemenPAN-RB Beri Nilai 4,87

Jumat, 9 Jan 2026 - 14:06 WIB