FPK dan Pemkot Surabaya Ajak Warga Tolak Anarkisme dan Jaga Kondusivitas Kota

Senin, 1 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Surabaya bersama Pemkot Surabaya mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan di tengah maraknya aksi demonstrasi, Minggu (31/8/2025).

Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Surabaya bersama Pemkot Surabaya mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan di tengah maraknya aksi demonstrasi, Minggu (31/8/2025).

SURABAYA, detikkota.com – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Surabaya mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Ajakan ini disampaikan sebagai upaya kolektif menolak anarkisme dan premanisme, terutama menyusul maraknya demonstrasi yang melibatkan pelajar.

Ketua FPK Kota Surabaya, Hosli Abdullah, menekankan pentingnya menjaga suasana kondusif. Menurutnya, FPK yang beranggotakan 27 suku dan dua etnis memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan mencegah tindakan merusak.

“Kami mengimbau warga Surabaya menjaga lingkungannya masing-masing serta mengawasi putra-putrinya agar tidak ikut demo yang berpotensi menimbulkan kerusuhan,” ujar Hosli, Minggu (31/8/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hosli mengingatkan, demonstrasi rawan disusupi oknum yang bisa memicu penjarahan maupun perusakan. Ia menegaskan masyarakat harus bersama-sama mencegah kegaduhan yang merugikan aktivitas warga.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Surabaya, M Fikser, menyampaikan imbauan senada. Ia mengajak seluruh warga memperkuat kepedulian sosial dan menjaga kampung masing-masing.

“Ini adalah Kota Pahlawan, kota yang penuh dengan semangat gotong royong. Mari kita tolak kegiatan anarkis, premanisme, dan pelanggaran hukum,” ujarnya.

Fikser menekankan pentingnya Pengamanan Swakarsa (PAM Swakarasa) berbasis lingkungan sebagai garda terdepan menjaga keamanan. Ia mendorong RT/RW, pemuda, dan tokoh masyarakat aktif membangun solidaritas.

Selain itu, Fikser mengingatkan peran keluarga, khususnya orang tua, dalam mengawasi anak-anak mereka agar tidak ikut dalam aksi yang berpotensi menimbulkan keresahan. Ia juga mengajak ormas, LSM, komunitas, serta organisasi keagamaan dan budaya untuk memperkuat persatuan dan toleransi di Surabaya.

“Semangat kebhinekaan adalah kekuatan utama kita. Surabaya harus tetap aman, nyaman, dan ramah bagi semua warganya,” pungkas Fikser.

Berita Terkait

Bupati Purwakarta Tegur Keras Disperkim, Papan Kegiatan Proyek Dipasang di Pagar Jadi Sorotan
Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan
Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada
Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA
GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten
Wali Kota Eri Datangi Penyalur ART di Gunung Anyar, Pekerja Terjerat Denda Rp3,5 Juta Dipulangkan

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap

Selasa, 29 September 2026 - 16:38 WIB

ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA

Berita Terbaru