Gerakan Cinta Indonesia dan Pemuda Papua, AMAN Gelar Doa Bersama Dan Santunan Anak Yatim Piatu

Jumat, 16 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI, detikkota.com – Koordinator Pusat Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Nasional (AMAN) Ginka Febriyanti mengatakan bulan suci Ramadan merupakan momentum bagi umat beragama di Tanah Air untuk memperkuat komitmen persatuan dan kesatuan.

Akhir-akhir ini perjalanan Indonesia sebagai bangsa dan negara kembali diuji melalui berbagai tantangan dan persoalan. Sebut saja paham-paham yang bertentangan dengan ideologi negara, dimulai dari paham intoleransi hingga paham radikalisme.

Bahkan peristiwa teror Bom Makassar hingga aksi Lonewolf yang dilakukan seorang remaja Milenial di Mabes Polri sebelum bulan suci Ramadan menjadi peringatan sekaligus hikmah luar biasa yang bisa dipetik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bulan Ramadan ini adalah momentum. Kita kembali memperkuat konsolidasi umat beragama, memperkokoh hubungan antar umat beragama,” kata Ginka di acara ‘Doa untuk Indonesia dan Santunan Anak Yatim Piatu’ di Ponpes Nuu War AFKN, Taman Sari, Kec. Setu, Bekasi, Jumat (16/4/2021).

Menurut Ginka, menangkal paham intoleransi, radikalisme, hingga meneguhkan NKRI sebagai konsep berbangsa dan bernegara harus dipersiapkan sejak dini.

AMAN Indonesia memiliki program literasi dan edukasi. Bahwa paham-paham kebangsaan perlu diperkuat untuk melawan segala potensi perlawanan hukum serta yang bertentangan dengan ideologi bangsa dan negara.

“Melalui acara doa bersama ini kami ingin launching literasi dan edukasi tentang paham-paham kebangsaan di bulan Ramadan. Dan kami berencana melakukan roadshow ke berbagai daerah lainnya,” jelas Ginka.

Pengasuh Ponpes Nuu War Al Fatih Kaffah Nusantara (AFKN) Ustad Kholiq menyambut baik ide yang disampaikan AMAN Indonesia. Menurut dia, silaturahmi di bulan Ramadan memiliki keistimewaan dan keberkahan.

“Kita ini memiliki satu misi yang sama, seluruh elemen umat beragama, kita sebagai bangsa tetap bersatu. Membangun kerukunan, membangun kedamaian dan persatuan, persahabatan, serta saling membantu,” ujar Ustad Kholiq.

Setelah bulan Ramadan usai, silaturahmi juga harus terus dilanjutkan, dipupuk sebagai bagian dari kewajiban menjalankan ajaran agama.

“Nanti di luar Ramadan kita sambung terus silaturahmi ini. Ini ajaran agama, semua agama mengajarkan, sehingga kita ini damai, tenang, tentram, dan tentu saja lebih lebih produktif,” jelasnya.

Ustad Kholiq juga mengemukakan pendapatnya tentang upaya literasi dan edukasi kebangsaan yang dilakukan terus menerus sebagaimana concern AMAN Indonesia selama ini. (Red)

Berita Terkait

Bupati Sumenep Ajak Berbagai Pihak Perluas Kolaborasi untuk Pemberdayaan Santri
Bupati Sumenep Dorong Santri Kembangkan Jiwa Wirausaha dan Kreativitas
Ditlantas Polda Jatim Dorong Target Zero ODOL 2027 melalui Edukasi dan Kolaborasi
Kasdim Sumenep Bacakan Amanat Panglima TNI dalam Upacara 17-an
R. Mochamad Daud Rizky F Dipercaya Pimpin Aryaniaga 74, Dorong Kolaborasi Bisnis dan Penguatan Ekonomi Alumni P2NK 74
Video Cekcok Viral, Pasien Meninggal: Roni Tagih Klarifikasi Manajemen BHC Sumenep
Temui Jaksa Agung, Kapolri Suyudi Perkuat Sinergi Penegakan Hukum
CLC Singapura Tertarik Pelajari Pengelolaan Air, Sampah, dan RTH Surabaya

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Bupati Sumenep Ajak Berbagai Pihak Perluas Kolaborasi untuk Pemberdayaan Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Bupati Sumenep Dorong Santri Kembangkan Jiwa Wirausaha dan Kreativitas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Ditlantas Polda Jatim Dorong Target Zero ODOL 2027 melalui Edukasi dan Kolaborasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Kasdim Sumenep Bacakan Amanat Panglima TNI dalam Upacara 17-an

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:45 WIB

R. Mochamad Daud Rizky F Dipercaya Pimpin Aryaniaga 74, Dorong Kolaborasi Bisnis dan Penguatan Ekonomi Alumni P2NK 74

Berita Terbaru