Jemaah Haji Asal Pamekasan yang Meninggal di Tanah Suci Bertambah Jadi Empat Orang

Sabtu, 14 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, detikkota.com – Kabar duka kembali datang dari Tanah Suci. Seorang jemaah haji asal Kabupaten Pamekasan, Madura, dilaporkan meninggal dunia pada Jumat (13/6/2025) pukul 10.35 Waktu Arab Saudi (WAS). Almarhum diketahui bernama H. Usman Hadji Fajari, berusia 52 tahun, warga Desa Nyalabu Laok, Pamekasan.

Almarhum wafat akibat penyakit jantung yang dideritanya. “Beliau memang memiliki riwayat penyakit jantung. Namun sebelumnya tidak sampai dirujuk ke rumah sakit,” ujar Ketua Kloter 27, Mohammad Zaini Masbuchin.

Dengan wafatnya H. Usman, maka total empat jemaah haji asal Pamekasan telah meninggal dunia di Tanah Suci selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Berikut adalah daftar jemaah yang wafat:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Hj. Maridah Rabbisin Asdin, 85 tahun, Kloter SUB 28, Alamat Desa Tambak, wafat pada 3 Juni 2025.
2. Hj. Hasiyeh binti Habidin, 85 tahun, Kloter SUB 95, Alamat Desa Palengaan Daja, wafat pada 6 Juni 2025.
3. Hj. Moetia binti Moh Kacel, 89 tahun, Kloter SUB 27, Alamat Desa Waru Barat, Kec. Waru, wafat pada 12 Juni 2025.
4. H. Usman Hadji Fajari, 52 tahun, Kloter SUB 27, Alamat Desa Nyalabu Laok, Pamekasan, wafat pada 13 Juni 2025.

Kabar wafatnya para jemaah ini menjadi duka mendalam bagi keluarga dan warga Pamekasan. Pemerintah dan jajaran Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan pun terus memantau kondisi seluruh jemaah dan memberikan pendampingan kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga seluruh amal ibadah para almarhum dan almarhumah diterima oleh Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Berita Terkait

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah
Aksi Solidaritas di Polres Sumenep Desak Keadilan bagi Korban Pencabulan Anak
Aksi PMII UNIBA Memanas, Kepala Disbudporapar Sumenep Walk Out dari Dialog

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:41 WIB

Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:38 WIB

Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah

Berita Terbaru