Kampung Pancasila RW IV Ngagel Rejo Jadi Percontohan, Kelola Dana Sosial Rp90 Juta Secara Mandiri

Senin, 23 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau Kampung Pancasila RW IV Ngagel Rejo, Kecamatan Wonokromo, yang diproyeksikan sebagai model percontohan bagi wilayah lain di Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau Kampung Pancasila RW IV Ngagel Rejo, Kecamatan Wonokromo, yang diproyeksikan sebagai model percontohan bagi wilayah lain di Surabaya.

SURABAYA, detikkota.com – Kampung Pancasila RW IV Ngagel Rejo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, diproyeksikan menjadi model percontohan bagi wilayah lain. Penetapan tersebut disampaikan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, saat melakukan peninjauan langsung pada Minggu (22/2/2026).

RW IV Ngagel Rejo dinilai berhasil mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila secara nyata melalui pengelolaan sampah mandiri, penerapan Sistem Keamanan Terpadu (SISKAMDU), serta pengumpulan donasi sosial warga yang mencapai puluhan juta rupiah.

“Alhamdulillah, Kampung Pancasila ini luar biasa. Di sini sudah jalan terkait pilah sampah, terkait orang yang (mampu) membantu orang yang tidak mampu. Tapi memang belum semuanya bergerak bersama,” ujar Eri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan bahwa esensi Kampung Pancasila terletak pada kepedulian sosial dan gotong royong antarwarga. Menurutnya, kebersihan lingkungan juga menjadi bagian penting yang harus dimulai dari kesadaran memilah sampah di setiap rumah.

“Saya matur nuwun sanget. Ini saya buat jadi prototype, jadi contoh untuk ke depannya, untuk Kampung Pancasila yang lainnya yang belum ada,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua RW IV Ngagel Rejo, Endang Purwaningtyas, melaporkan bahwa sejak 2024 hingga Februari 2026 total donasi warga yang terkumpul mencapai Rp90.331.000. Dari jumlah tersebut, Rp88.686.500 telah disalurkan untuk berbagai kebutuhan sosial dan menyisakan saldo Rp1.644.500.

“Dari tahun 2024 sampai hari ini, kami mendapatkan donasi dari warga Rp90.331.000. Lalu kami donasikan Rp88.686.500. Jadi kami ada saldo Rp1.644.500,” ujar Endang.

Dana tersebut dimanfaatkan untuk bantuan sembako, pembelian kursi roda bagi lansia, serta dukungan rutin bulanan kepada Bangga Surabaya Peduli (BSP) sebesar Rp1.200.000.

“Mungkin ini jadi bagian kecil. Tapi walaupun kecil, kami selalu menginspirasi warga bahwa kita itu harus bermanfaat dan ikut serta dalam pembangunan masyarakat,” tuturnya.

Selain program donasi, RW IV juga memiliki sistem santunan kematian “Sinoman” yang diikuti 741 kepala keluarga. Setiap warga memberikan iuran sukarela Rp2.000 setiap ada warga yang meninggal dunia.

“Kita berikan pada yang meninggal Rp1 juta. Untuk jasa mensucikan jenazah Rp50.000 dan jasa pemakaman Rp50.000. Jadi sampai November 2025, kami punya saldo Rp50.038.300, dan mohon doanya ke depan kami juga ingin punya ambulance,” katanya.

Kemandirian warga turut diperkuat melalui Bank Sampah “Guyub Sayekti” di RT 18. Hasil penjualan sampah kering sebanyak 3–3,5 ton per bulan digunakan untuk pengadaan delapan titik CCTV, pembangunan sarana prasarana, hingga bantuan pendidikan.

Saat ini tercatat 452 rumah aktif memilah sampah kering, 48 unit urban farming, serta berbagai instalasi biopori dan eko-enzim di wilayah tersebut.

Dari sisi keamanan, RW IV menerapkan SISKAMDU dengan sistem satu pintu di wilayah barat yang meliputi RT 1-5, 17, dan 18. Kolaborasi antara warga dan petugas keamanan dilakukan untuk memastikan pengawasan lingkungan selama 24 jam.

“Sejak dibantu melalui Musrenbang, RW IV tidak lagi banjir. Terima kasih Bapak, mudah-mudahan apa yang sudah diberikan itu bisa bermanfaat,” pungkas Endang.

Penulis : Sur

Editor : Sur

Berita Terkait

Bupati Purwakarta Tegur Keras Disperkim, Papan Kegiatan Proyek Dipasang di Pagar Jadi Sorotan
Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan
Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada
Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA
GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten
Wali Kota Eri Datangi Penyalur ART di Gunung Anyar, Pekerja Terjerat Denda Rp3,5 Juta Dipulangkan

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap

Selasa, 29 September 2026 - 16:38 WIB

ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA

Berita Terbaru