Khofifah Ajak Mahasiswa Bekolaborasi di Bidang Ekonomi dan Energi Terbarukan

Minggu, 15 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, detikkota.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan pesan kepada para mahasiswa yang hadir di Temu Daerah BEM Nusantara Jatim terkait percepatan pembangunan ekonomi dan energi baru terbarukan.

“Ini merupakan sebuah proses bagi para mahasiswa khususnya yang tergabung dalam BEM Nusantara yang mendapatkan penggemblengan kepemimpinan dan demokratisasi secara alami,” kata Khofifah pada Temu Daerah BEM Nusantara Jatim di Jalan Ketintang, Surabaya, Minggu (15/05/2022).

Khofifah menuturkan, kemampuan untuk mengorkestrasi seluruh pikiran mahasiswa yang tergabung melalui BEM Nusantara merupakan hal yang tak mudah, mengingat dinamika dalam dunia kemahasiswaan berkembang pesat sekali, baik secara pemikiran maupun pergerakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya yakin semua ingin bergerak memberikan kebaikan bagi seluruh masyarakat di mana saja para mahasiswa berada,” ujar dia.

Khofifah juga menyatakan komitmennya untuk senantiasa menampung pemikiran dan aspirasi mahasiswa demi mewujudkan Jatim Bangkit, Jatim Sejahtera dan Berkeadilan.

Dia menggarisbawahi pentingnya kerja sama demi mewujudkan tema ‘Transisi Energi dan Ekonomi untuk Jawa Timur Bangkit’ tersebut. Dia berharap mahasiswa dapat mem-breakdown persoalan atau memberikan rekomendasi secara detail kepada Pemprov Jatim untuk bersama-sama merumuskan kebijakan yang terukur.

Oleh karenanya, pada saat nanti dilakukan pelantikan maupun Rencana Kerja Daerah (Rakerda), ia menyarankan agar ada Focus Group Dicussion (FGD) untuk mendetailkan tema yang dibahas selama tiga hari, yang akan mendorong percepatan kebangkitan ekonomi dan transisi renewable energy atau Energi Baru Terbarukan (EBT).

Khofifah memandang bahwa EBT ini adalah salah satu kebutuhan penting yang sedang dibahas serius secara global termasuk Indonesia lebih khusus lagi Jatim.

“Jadi pikiran pikiran strategis dari para mahasiswa dalam BEM Nusantara ini harus dipertemukan dengan para pelaku usaha, pelaku ekonomi, akademisi, hingga dinas terkait juga dilibatkan,” urainya.

Menurutnya, pikiran-pikiran mahasiswa yang masih idealis dan orisinil inilah yang harus mampu ditangkap dan diterjemahkan melalui rumusan pembangunan dan kebijakan di Jawa Timur, yang nantinya bisa dibawa kepada rumusan pembangunan di tingkat nasional.

Khofifah menyebut bahwa transformasi pemanfaatan energi fosil seperti Minyak dan Gas Bumi dapat beralih menuju energi bersih yaitu EBT. Artinya, diharapkan dapat bersumber dari Sumber Daya Energi Baru Terbarukan seperti Matahari (Surya), Biomassa, Biogenik, gelombang laut, geothermal/Panas Bumi, Pertambangan (Lithium, Nikel untuk baterai kendaraan listrik, dan Radioaktif).

“Pembangunan EBT di Jatim terus berjalan dan diupayakan se maksimal mungkin guna mendukung terciptanya iklim yang sehat ketika Sumber Daya Alam yang ada selama ini dirasa harus diperbaharui,” tegas dia.

Di bidang transisi ekonomi, Khofifah menawarkan kepada para mahasiswa untuk dapat memanfaatkan banyak jejaring dan akses dan pemanfaatan UMKM antara lain melalui Kampus Shopie UMKM kerjasama Pemprov Jatim dengan Shopie yang ada di Malang.

“Nantinya di Kampus Shopie Malang, para mahasiswa akan dikenalkan dan diajarkan sekaligus dilatih cara berwirausaha secara digital mulai dari pengemasan hingga penjualan produk secara menarik,” ungkapnya.

Koordinator Daerah BEM Nusantara Jatim terpilih, Syahrul Ihza Mahendra, menyampaikan bahwa fenomena EBT saat ini menjadi isu penting yang menjadi perhatian semua pihak. Pengawalan isu ini menjadi krusial bagi mahasiswa untuk bersama-sama mengetahui segala perkembangan EBT di Jatim.

Menurutnya, mahasiswa melihat banyaknya potensi Sumber Daya Alam di Jatim yang kaya akan potensi EBT seperti geothermal atau panas bumi, tenaga surya, air maupun tenaga angin bisa menjadi tolak ukur pengembangan EBT di Jatim.

Peran mahasiswa, lanjut dia, diharapkan dapat mengawal dan merealisasikan agar pelaksanaannya tepat guna dan memiliki ketermanfaatanya bagi hajat hidup masyarakat banyak.

“Harapannya mahasiswa Jatim turut berperan aktif dan konsisten dalam membantu pengembangan rencana kerja EBT sehingga memberi manfaat bagi masyarakat,” tandas Syahrul. [redho]

Berita Terkait

Kapolres Sumenep Bangun Sinergi Awal dengan Bupati dan Ketua DPRD
Kapolres Sumenep Sosialisasikan DIPA 2026, Tekankan Pengelolaan Anggaran Akuntabel
Bupati Bangkalan Temui Massa Aksi HMI, Dengarkan Aspirasi Mahasiswa di Depan Kantor Pemkab
Ketua TP PKK Lumajang Dorong Dunia Modeling Jadi Sarana Promosi Budaya Lokal
Pengajuan Kerja Sama Publikasi Media di Diskominfo Purwakarta Dinilai Rumit dan Berbelit
Sumur Bor Keluarkan Gas Mudah Terbakar di Banyuates Sampang, Polisi Hentikan Pengeboran
Warga Kepulauan Tertahan Akibat Cuaca Ekstrem, Baznas Sumenep Langsung Salurkan Logistik
Kapolres Sumenep Resmi Berganti, Pemkab Apresiasi Kinerja Pejabat Lama dan Titip Harapan ke Kapolres Baru

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 00:30 WIB

Kapolres Sumenep Bangun Sinergi Awal dengan Bupati dan Ketua DPRD

Senin, 19 Januari 2026 - 18:43 WIB

Kapolres Sumenep Sosialisasikan DIPA 2026, Tekankan Pengelolaan Anggaran Akuntabel

Senin, 19 Januari 2026 - 15:49 WIB

Bupati Bangkalan Temui Massa Aksi HMI, Dengarkan Aspirasi Mahasiswa di Depan Kantor Pemkab

Minggu, 18 Januari 2026 - 18:15 WIB

Ketua TP PKK Lumajang Dorong Dunia Modeling Jadi Sarana Promosi Budaya Lokal

Jumat, 16 Januari 2026 - 17:42 WIB

Pengajuan Kerja Sama Publikasi Media di Diskominfo Purwakarta Dinilai Rumit dan Berbelit

Berita Terbaru

Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto saat bersilaturahmi dengan Bupati Sumenep dan Ketua DPRD Kabupaten Sumenep.

Pemerintahan

Kapolres Sumenep Bangun Sinergi Awal dengan Bupati dan Ketua DPRD

Selasa, 20 Jan 2026 - 00:30 WIB