Khofifah dan Eri Cahyadi Nguleg Bareng di Cobek Raksasa

Senin, 23 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, detikkota.com – Lantunan lagu daerah asal Jawa Timur ‘Rek Ayo Rek’ yang menggema secara meriah, mengiringi sepanjang Festival Rujak Uleg 2022 ini. Prosesi tersebut ditandai dengan bunyi sirine yang ditekan tombolnya oleh Gubernur Khofifah.

Bersamaan dengan sirine tersebut, acara dibuka dengan kegiatan _’Nguleg Bareng’_ Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dan Forkopimda Surabaya pada sebuah cobek raksasa.

“Festival Rujak Uleg ini kita tunggu-tunggu. Maka untuk kebersamaan, kita mohon kepada Allah SWT, mudah-mudahan yang datang diberikan kesehatan. Yang datang diberikan rizki yang luas, persaudaraan dan persatuan kita semua mengukuhkan untuk menjadikan Surabaya hebat, seduluran tetap dijaga,” pesan Khofifah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Festival Rujak Uleg 2022 kali ini mendapatkan apresiasi khusus dari Gubernur Khofifah. Lantaran, festival tersebut melibatkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kuliner di Kota Pahlawan.

Tahun ini, sebanyak 700 peserta mengikuti Festival Rujak Uleg 2022. Pesertanya pun beragam, mulai dari dinas-dinas yang ada di lingkup Pemerintah Kota Surabaya, perusahaan swasta, BUMN, Kecamatan, Kelurahan, Komunitas, perwakilan kota sahabat serta perwakilan negara sahabat.

“Tentunya saya berharap, ajang ini dapat menjadi kebangkitan perekonomian masyarakat Surabaya khususnya pelaku UMKM kuliner,” ujarnya.

Dengan digelarnya Festival Rujak Uleg tersebut, Khofifah juga berharap dapat membantu memperkenalkan budaya dan makanan khas khususnya dari Kota Surabaya. Khofifah yang lahir dan besar di Surabaya ini sangat mengenal titik strategis Kota Surabaya termasuk berbagai makanan khas Surabaya.

“Kegiatan yang dipusatkan di kawasan jalan Kya-Kya Kota Surabaya ini sekaligus menyuguhkan pemandangan Kota Surabaya dari sisi yang berbeda. Sensasi mencicipi Rujak Uleg sambil menikmati kesyahduan suasana Kota Pahlawan. Sungguh heroik sekaligus romantis,” kata Khofifah.

Festival Rujak Uleg ini pun semakin menarik, karena para pesertanya menggunakan pakaian festival dengan berbagai riasan unik dan kostum yang menarik. Gubernur Khofifah berkesempatan pula memberikan hadiah kepada beberapa pemenang.

“Sangat menarik, tentunya pasti susah _nguleg_ sambil menggunakan kostum-kostum seperti itu. Festival ini semakin menarik karena tidak hanya mencari jawara sang pembuat rujak uleg sejati, namun juga disertai dengan penilaian kostum-kostumnya di kategorikan tersendiri,” sahut Khofifah.

Tak hanya Forpimda Kota Surabaya yang turut menyemarakkan kegiatan ini, beberapa tamu dari Konjen berbagai negara dan juga mahasiswa asing turut merasakan sensasi ‘Nguleg’ bareng pada gelaran Festival Rujak Uleg 2022.

Kegiatan tahunan ini juga sebagai salah satu upaya warga Kota Surabaya untuk melestarikan Rujak Cingur sebagai salah satu warisan budaya tak benda asal Surabaya. Gubernur Khofifah pun mengingatkan, agar masyarakat tak ragu untuk mencicipi Rujak Cingur meski beberapa hari terakhir muncul Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi. Karena cingur dan irisan daging sapi yang menjadi ke khasan dari Rujak Uleg ini, dapat terjamin kualitasnya.

“Seluruh sebelum diolah (cingur sapi), melewati proses masak yang steril, dan para peserta saya lihat juga mengutamakan kebersihan makanan,” jelas Khofifah.

Khofifah berharap, Kota Surabaya yang menapaki usia ke-729, dapat menjadi semakin hebat dan tangguh ditengah tantangan perubahan jaman.

“Selamat Hari Jadi ke-729 Kota Pahlawan. Surabaya, Wani..Wani..Wani..!,” tutupnya.

Festival Rujak Uleg ini, kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, merupakan penanda kebangkitan Kota Surabaya, khususnya di bidang ekonomi kerakyatan. [Redho]

Berita Terkait

32 Tim Meriahkan Kejuaraan Drumband Kabupaten Banyuwangi 2026
Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Akhiri 2025, Baznas Sumenep Dorong Kemandirian UMKM lewat Bantuan Rombong
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:11 WIB

32 Tim Meriahkan Kejuaraan Drumband Kabupaten Banyuwangi 2026

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Kamis, 1 Januari 2026 - 15:06 WIB

Akhiri 2025, Baznas Sumenep Dorong Kemandirian UMKM lewat Bantuan Rombong

Berita Terbaru

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Pemerintahan

SPBE Banyuwangi Tertinggi Nasional, KemenPAN-RB Beri Nilai 4,87

Jumat, 9 Jan 2026 - 14:06 WIB