Klarifikasi Mbah Benu Terkait Pernyataannya “Telepon Allah” soal Idul Fitri

Sabtu, 6 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

YOGYAKARTA, detikkota.com – Pimpinan Jamaah Aolia Gunungkidul Kyai Haji Raden Ibnu Hajar Sholeh Pranolo memberikan klarifikasi mengenai penyataannya “Telepon Allah” soal pelaksanaan Idul Fitri yang dilakasanakan lebih awal dari pemerintah.

Mbah Benu panggilan akrab Imam Masjid Aolia Gunungkidul mengenai ketetapan 1 Syawal atau hari raya idul fitri yang menelpon “Allah”

“Terkait pernyataan saya tadi pagi tentang istilah menelepon gusti Allah SWT, itu sebenarnya hanya istilah. Dan yang sebenarnya adalah perjalanan spiritual saya kontak batin dengan Allah SWT,” ucapnya, Sabtu (06/04).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Atas pernyataannya yang banyak menuai kontroversi, mbah Benu meminta maaf kepada semua elemen masyakat terutama kepada umat muslim.

“Apabila pernyataan saya yang menyinggung atau tidak berkenan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak,” katanya.

Sebelumnya, Imam Masjid Aolia, Kyai Haji Raden Ibnu Hajar Sholeh Pranolo atau lebih akrab dipanggil Mbah Benu memimpin salat led ini.

Dalam sebuah video yang beredar, ia mengaku bahwa dirinya menerima “telepon” dari Tuhan, mengatakan bahwa Hari Raya Idul Fitri 1445 H/2024 M jatuh pada tanggal 5 April 2024.

“Saya tidak pakai perhitungan. Saya telpon langsung kepada Allah Taala,” jelas Mbah Benu.

”Ya Allah, (hari ini) sudah tanggal 29 (bulan Ramadan), 1 Sywalnya kapan? Allah Tala bercerita, tangal 5 (April 2024),” lanjutnya.

Selain itu, ia meminta untuk para jamaah untuk tidak saling menyalahkan orang lain. Terutama, berkaitan dengan penetapan Hari Raya Idul Fitri.

“Jangan menyalahkan orang. Ya kalau salah, tapi kalau benar malah dia yang untuk, kita jadi tertuduh,” ungkap Mbah Benu.

la juga meminta Jamaah Masjid Aolia agar masyarakat untuk terus menjaga dan merawat persatuan dan kerukunan satu sama lain.

“Saling rukun, jaga persatuan, dan kesatuan dengan siapa saja,” paparnya.

Berita Terkait

Banjir Baru di Situbuled Picu Amarah Warga, DPUTR dan Perkim Dikecam
Angin Puting Beliung Terjang Desa Payudan Dundang, Polisi Bersama TNI Gerak Cepat Bantu Warga
Bentrok Ojol dan Buruh Saat Aksi Demo di Purwakarta, Situasi Memanas
Banjir Rendam Enam Desa di Banyuwangi Selatan, 739 KK Terdampak
Hujan Deras Sebabkan Sejumlah Sungai Meluap di Banyuwangi, Petugas Lakukan Penanganan Cepat
Kurang dari 24 Jam, Polres Pamekasan Tangkap Pelaku Pembunuhan di Depan Masjid Agung Asy Syuhada
Gempa Bumi Bermagnitudo 4,2 Guncang Sumenep, BMKG: Akibat Aktivitas Sesar Aktif Bawah Laut
Ratusan Warga Terdampak Banjir di Pamekasan, Air Mulai Surut Pagi Ini

Berita Terkait

Selasa, 30 Desember 2025 - 17:25 WIB

Banjir Baru di Situbuled Picu Amarah Warga, DPUTR dan Perkim Dikecam

Senin, 22 Desember 2025 - 19:53 WIB

Angin Puting Beliung Terjang Desa Payudan Dundang, Polisi Bersama TNI Gerak Cepat Bantu Warga

Senin, 22 Desember 2025 - 17:55 WIB

Bentrok Ojol dan Buruh Saat Aksi Demo di Purwakarta, Situasi Memanas

Minggu, 23 November 2025 - 16:57 WIB

Banjir Rendam Enam Desa di Banyuwangi Selatan, 739 KK Terdampak

Selasa, 18 November 2025 - 09:18 WIB

Hujan Deras Sebabkan Sejumlah Sungai Meluap di Banyuwangi, Petugas Lakukan Penanganan Cepat

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo melantik dan mengambil sumpah pejabat hasil mutasi dan promosi ASN di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Rabu (14/1/2026).

Pemerintahan

Penataan Birokrasi, Pemkab Sumenep Rotasi Pejabat Eselon II dan IV

Rabu, 14 Jan 2026 - 15:45 WIB