KNPI Sumenep Soroti Wacana “Sumenep Kepulauan”: Jangan Korbankan Identitas demi DAK

Senin, 10 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris OKK DPD KNPI Sumenep, Alimuddin.

Sekretaris OKK DPD KNPI Sumenep, Alimuddin.

SUMENEP, detikkota.com — Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Sumenep mengecam keras wacana Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo yang ingin mengubah nama Kabupaten Sumenep menjadi “Kabupaten Sumenep Kepulauan”. Sekretaris OKK DPD KNPI Sumenep, Alimuddin, menilai kebijakan tersebut tidak memiliki landasan historis, tidak partisipatif, serta memperlihatkan gaya kepemimpinan yang bertolak belakang dengan nilai-nilai kerakyatan.

Alimuddin menegaskan bahwa nama Sumenep memiliki rekam jejak sejarah dan warisan budaya leluhur yang sangat panjang di Madura. Rencana mengubah identitas daerah secara sepihak tanpa mendengar suara rakyat dinilai sebagai tindakan yang mengabaikan sejarah serta aspirasi warga yang berjumlah lebih dari satu juta jiwa.

“Narasi kesetaraan pembangunan antara daratan dan kepulauan hanyalah dalih. Kesejahteraan masyarakat kepulauan tidak bisa diraih sekadar dengan mengubah nama daerah. Ini diduga kuat hanya taktik politik untuk mengincar peningkatan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat, sementara persoalan mendasar seperti ketimpangan pembangunan dan tata kelola APBD belum pernah diselesaikan secara transparan,” ujar Alimuddin, Eks Ketua GMNI Sumenep, Senin (10/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

DPD KNPI Sumenep juga menyoroti kondisi masyarakat kepulauan yang hingga kini masih minim akses pembangunan, sementara kekayaan sumber daya alam (SDA) seperti migas dinilai lebih banyak dinikmati oleh kelompok oligarki. Menambah alokasi DAK di tengah tata kelola anggaran yang rentan penyimpangan dikhawatirkan tidak akan membawa dampak langsung bagi warga kepulauan.

Lebih lanjut, KNPI menyayangkan proses pengambilan keputusan yang terkesan otoriter dan serampangan. Rencana ini digulirkan tanpa adanya uji publik, survei persetujuan warga, maupun mekanisme konsultasi resmi. Komisi I DPRD Kabupaten Sumenep sendiri mengonfirmasi belum ada pembahasan mengenai rencana perubahan nama tersebut.

Alimuddin memberikan catatan kritis khusus terhadap status Bupati Fauzi sebagai kader utama PDI Perjuangan. Kebijakan yang memanfaatkan isu ketimpangan kepulauan demi peningkatan anggaran pusat ini dinilai memperlihatkan ironi besar di tubuh partai politik tersebut.

“Sebagai kader PDI Perjuangan partai yang mengusung jargon wong cilik, berideologi Marhaenisme, dan mengklaim anti-penindasan dan tindakan Bupati Fauzi justru mencederai prinsip-prinsip tersebut. Kebijakan yang memaksakan kehendak tanpa melibatkan rakyat ini menunjukkan kegagalan kaderisasi PDI Perjuangan dalam melahirkan pemimpin yang benar-benar berpihak pada rakyat kecil,” tegas Alimuddin.

Atas dasar tersebut, DPD KNPI Sumenep mendesak Bupati Achmad Fauzi dan Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk membatalkan wacana perubahan nama ini, serta menuntut PDI Perjuangan evaluasi total terhadap kader-kadernya di eksekutif agar tidak melahirkan kebijakan yang merugikan dan mencederai nilai-nilai sejarah daerah.

Penulis : M

Editor : Red

Berita Terkait

82 Personel Polresta Sumenep Disiagakan Amankan Tongtong Se-Madura, Kemacetan Jadi Perhatian
Kebakaran Kawah Ijen Meluas, Bupati Banyuwangi Usulkan Helikopter Water Bombing
Polemik Perubahan Desil Mencuat, Pemuda Muhammadiyah Sumenep Siap Kawal Data Warga Miskin
Gangguan Mati Listrik Berjam-jam, Ronald Soroti Lambannya Penanganan PLN UP3 Purwakarta
Peziarah Keluhkan Anjal dan Pengemis di Ampel, Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan
Musim Kemarau, Pemkab Sumenep Larang Warga Buka Lahan dengan Cara Dibakar
Kapolresta Sumenep Sambung Roso dengan Forkopimcam dan 11 Kades di Rubaru
Kapolresta Sumenep Silaturahmi ke Ponpes Assadad Ambunten, Perkuat Sinergi Kamtibmas

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 17:02 WIB

82 Personel Polresta Sumenep Disiagakan Amankan Tongtong Se-Madura, Kemacetan Jadi Perhatian

Sabtu, 5 September 2026 - 16:33 WIB

Kebakaran Kawah Ijen Meluas, Bupati Banyuwangi Usulkan Helikopter Water Bombing

Jumat, 4 September 2026 - 05:16 WIB

Polemik Perubahan Desil Mencuat, Pemuda Muhammadiyah Sumenep Siap Kawal Data Warga Miskin

Jumat, 4 September 2026 - 04:54 WIB

Gangguan Mati Listrik Berjam-jam, Ronald Soroti Lambannya Penanganan PLN UP3 Purwakarta

Rabu, 2 September 2026 - 14:29 WIB

Peziarah Keluhkan Anjal dan Pengemis di Ampel, Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta jajaran Danantara di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Jumat, 4 September 2026. Foto: BPMI Setpres/Istimewa

Pemerintahan

Prabowo Dorong Percepatan Hilirisasi dan Penataan BUMN

Sabtu, 5 Sep 2026 - 16:47 WIB