Kolaborasi Pemerintah, Bea Cukai, dan Pers Bangun Rokok Lokal Berdaya Saing

Kamis, 17 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama suasana FGD di Pendopo Agung Sumenep, peluncuran logo paguyuban, bersama Wabup Imam Hasyim.

Foto bersama suasana FGD di Pendopo Agung Sumenep, peluncuran logo paguyuban, bersama Wabup Imam Hasyim.

SUMENEP, detikkota.com – Forum Pimpinan Asosiasi Media (Forpam) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Memperkuat Sinergi Pemerintah, Bea Cukai, dan Pers dalam Mendorong Legalitas Usaha Rokok Lokal di Sumenep”, Kamis (17/07/2025), bertempat di Pendopo Agung Keraton Sumenep.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyim, mewakili Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, serta perwakilan Bea Cukai Madura, Polres, Kodim 0827, Forkopimda, Kejaksaan Negeri, dan Pengadilan Negeri Sumenep. Selain itu, ratusan pelaku usaha rokok lokal serta organisasi pers seperti IWO, MIO, PWRI, PWI, KJS, JMSI, SMSI, AWDI, AMOS, dan AJS juga turut hadir.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa forum ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam membangun sinergi lintas sektor guna mendorong legalitas usaha rokok tradisional. Ia mengajak seluruh pelaku usaha untuk segera mengurus izin usahanya sebagai langkah mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Forum ini bukan untuk melindungi pelanggaran, tetapi ruang kolaborasi untuk membangun Sumenep. Kami dorong seluruh usaha rokok yang belum berizin untuk segera mengurus legalitasnya,” ujar Imam Hasyim.

Ketua Paguyuban Rokok Lokal Sumenep, Sofyan Wahyudi, menyatakan bahwa industri rokok lokal berperan penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat Madura, seiring dengan komoditas unggulan lainnya seperti tembakau dan garam.

Ia menambahkan bahwa tujuan utama pengembangan industri ini adalah untuk meningkatkan penerimaan negara dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), menjaga harga tembakau, menciptakan ekosistem industri yang sehat, serta mendorong kesejahteraan petani.

Sementara itu, Penasehat Paguyuban, H. Mukmin, menekankan pentingnya peran Bea Cukai dalam memberikan pendampingan kepada pelaku usaha agar sektor ini berkembang secara legal dan berdaya saing.

Ketua Forpam sekaligus panitia penyelenggara, M. Syamsul Arifin, menjelaskan bahwa FGD ini bertujuan membangun kolaborasi antara pengusaha, pemerintah, dan media untuk memperkuat ekosistem industri rokok lokal.

Sebagai penutup, kegiatan ini juga ditandai dengan peluncuran resmi logo Paguyuban Pengusaha Rokok Sumenep, sebagai simbol semangat baru menuju industri rokok lokal yang legal, produktif, dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Berita Terkait

Pemkot Probolinggo Pantau Harga Bapokting dan Stok BBM Jelang Lebaran
Pemkot Surabaya Tertibkan Lapak Pedagang di Jalan Simo Katrungan
Pembangunan TPS 3R Karetan Banyuwangi Capai 40,95 Persen, Ditargetkan Beroperasi September 2026
Tradisi Kitiran Sewu di Pasuruan Kembali Digelar, Warga Putar Seribu Kincir Angin Saat Ramadan
Sepekan Dibuka, Posko Pengaduan THR di Pamekasan Belum Terima Laporan
Jembatan Gantung Seneporejo Diresmikan, Mobilitas Warga dan Pelajar Makin Lancar
Babinsa dan Warga Guworejo Gotong Royong Uruk Bahu Jalan Rusak
BMKG Sumenep: Bibit Badai Menjauh, Warga Diminta Waspadai Cuaca Pancaroba

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 19:31 WIB

Pemkot Probolinggo Pantau Harga Bapokting dan Stok BBM Jelang Lebaran

Selasa, 10 Maret 2026 - 18:22 WIB

Pemkot Surabaya Tertibkan Lapak Pedagang di Jalan Simo Katrungan

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:46 WIB

Pembangunan TPS 3R Karetan Banyuwangi Capai 40,95 Persen, Ditargetkan Beroperasi September 2026

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:55 WIB

Sepekan Dibuka, Posko Pengaduan THR di Pamekasan Belum Terima Laporan

Senin, 9 Maret 2026 - 17:26 WIB

Jembatan Gantung Seneporejo Diresmikan, Mobilitas Warga dan Pelajar Makin Lancar

Berita Terbaru