Kopi, Lukisan dan Kenangan

Selasa, 8 Desember 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

detikkota.com – Lihat Tepat setelah lampu lampu dipadamkan
Kau menyala sebagai satu-satunya yang kurindukan
Disini, di tempat yang paling kau hindari
Aku pernah berdiri
Menggores kata
Menulis warna

Pada ratapan panjang yang menguat dalam dinding kecemasan

Aku mengisahkan kenangan di kepasrahan yang begitu lapang

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Retak berserakan tanpa kediaman
Terkoyak sepi

Melayang diantara pekat aroma kopi
Dengar, tepat setelah jejak jejak dilangkahkan
Kau menyapa sebagai satu satunya yang kunantikan

Disini,Aku masih sendiri
Mencari kehilangan
Menemui perpisahan

Pada letupan kenang yang memuat ruang kekosongan

Aku membicarakan senyummu di keindahan yang telah hilang

Hancur berkeping
Tersapu kesunyian terinjak lara
Melarut dalam pahit yang diseduh airmata
Tunggu. . .

Santailah sejenak
Karena tepat setelah meja meja ditinggalkan
Kedai ini menyesak sebagai satu satunya keterangan

Satu kisah yang pernah kita upayakan
Beribu rencana yang pernah kita perjuangkan

Lenyap. . .
Kau memutuskan berpindah hati sebelum satu persatu rencana kita berhasil diwujudkan
Menggores kesadaran
Menyayat perasaan

Pada setiap kata yang memuat pertanyaan
Aku mencari kau yang kurindukan
Aku menyapa kau yang kunantikan
Aku mencari
Aku menyapa
Aku menanti
Aku merindu
Aku terisak
Aku menunggu hadirmu

Dan kini satu satunya yang tersisa hanyalah goresan yang kubuat sebagai prasasti kesendirian
Kapanpun sunyi merasuk jiwamu
Kemarilah

Pesan kopi terpahit dengan kenangan termanismu
Genggam kesedihanmu sebagai duka paling bahagia

Dan bila hatimu butuh didengarkan
Temui aku dalam perbincangan

Niscaya kopi yang kau pesan
Tak akan pernah sepahit kehilangan.

Selamat jelang siang Rekan Sahabat-sahabat saya salam hormat saya bujangga dulu biar mencair info lainya Terimakasih dan Salam.

By Dewa Aruna

Berita Terkait

Kapolresta Sumenep Pantau Langsung Penanganan Korban KM Mutiara Sentosa 2
Banyuwangi Sambut Tim Asesor UNESCO untuk Revalidasi Geopark Ijen
“Sekali Merdeka, Tetap… Parkir di Jalan?”
Tema Keraton Sumenep Warnai Madura Ethnic Carnival 2026
Polresta Sumenep Beri Penghormatan kepada Personel Purna Tugas dan Penerima Pangkat Pengabdian
Ketua SERDADU Minta TIHT Tak Sekadar Hasil Rapat, Harus Diterapkan di Lapangan
Kapolresta Sumenep Terima Kunjungan Dirut BPRS, Bahas Penguatan Sinergi Antarinstansi
Kenaikan Tukin TNI: Negara Jangan Hanya Cepat Meningkatkan Kesejahteraan Aparat, tetapi Lambat Menjawab Jeritan Rakyat

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:29 WIB

Kapolresta Sumenep Pantau Langsung Penanganan Korban KM Mutiara Sentosa 2

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Banyuwangi Sambut Tim Asesor UNESCO untuk Revalidasi Geopark Ijen

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:42 WIB

“Sekali Merdeka, Tetap… Parkir di Jalan?”

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:27 WIB

Tema Keraton Sumenep Warnai Madura Ethnic Carnival 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:25 WIB

Polresta Sumenep Beri Penghormatan kepada Personel Purna Tugas dan Penerima Pangkat Pengabdian

Berita Terbaru

Akses menuju pintu gerbang utama kantor pemerintahan tampak sesak oleh deretan kendaraan.

News

“Sekali Merdeka, Tetap… Parkir di Jalan?”

Senin, 3 Agu 2026 - 10:42 WIB