Lapas Banyuwangi Gelar Skrining TBC untuk 900 Warga Binaan

Senin, 8 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas medis melakukan pemeriksaan rontgen dada terhadap warga binaan Lapas Kelas IIA Banyuwangi dalam program skrining TBC, Senin (8/9/2025).

Petugas medis melakukan pemeriksaan rontgen dada terhadap warga binaan Lapas Kelas IIA Banyuwangi dalam program skrining TBC, Senin (8/9/2025).

BANYUWANGI, detikkota.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi melaksanakan skrining tuberkulosis (TBC) bagi warga binaan, Senin (8/9/2025). Sedikitnya 900 narapidana akan mengikuti pemeriksaan yang berlangsung secara bertahap selama empat hari.

Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menjelaskan skrining TBC dilakukan melalui metode rontgen dada sebagai langkah deteksi dini sekaligus pencegahan penularan di dalam lapas.

“Targetnya dalam sehari ada 250 warga binaan yang bisa menjalani skrining,” katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, di antaranya Dinas Kesehatan Banyuwangi, RSUD Blambangan, Puskesmas Mojopanggung, Puskesmas Sobo, dan Puskesmas Gladag. Adapun peralatan skrining disediakan oleh Tirta Medical Center.

Menurut Wayan, program ini tidak hanya untuk pencegahan penularan penyakit, tetapi juga bentuk pemenuhan hak dasar warga binaan.

“Ini adalah implementasi dari hak dasar warga binaan, yaitu hak mendapatkan layanan kesehatan. Lapas Banyuwangi berkomitmen penuh menjaga kesehatan seluruh penghuni lapas,” ujarnya.

Jika hasil skrining menunjukkan indikasi TBC, lanjut Wayan, akan dilanjutkan dengan pemeriksaan dahak. Bagi warga binaan yang terbukti positif, segera diberikan pengobatan sesuai protokol standar hingga tuntas.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk tindak lanjut pengobatan maupun pencegahan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Kasus Suspek Chikungunya Muncul di Sejumlah Wilayah Pamekasan, Dinkes Minta Warga Waspada
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah
Aksi Solidaritas di Polres Sumenep Desak Keadilan bagi Korban Pencabulan Anak

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Senin, 5 Januari 2026 - 14:30 WIB

Kasus Suspek Chikungunya Muncul di Sejumlah Wilayah Pamekasan, Dinkes Minta Warga Waspada

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:41 WIB

Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum

Berita Terbaru

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Pemerintahan

SPBE Banyuwangi Tertinggi Nasional, KemenPAN-RB Beri Nilai 4,87

Jumat, 9 Jan 2026 - 14:06 WIB