Listrik Sering Padam, Pemilik Canteng Koneng Merugi Puluhan Juta Dalam Sehari

Selasa, 26 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Owner Batik Tulis Canteng Koneng

Owner Batik Tulis Canteng Koneng

SUMENEP, detikkota.com – Pemadaman listrik di wilayah Desa Pangarangan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, mulai dikeluhkan warga setempat. Didik Haryanto yang merupakan warga Jl. Kartini Desa Pangarangan merasa dirugikan atas seringnya pemadaman listrik itu.

Pasalnya, akibat sering terjadinya pemadaman listrik oleh pihak PLN, batik tulis karya nya itu menjadi terhambat dan tidak bisa melakukan produksi.

“Pelayanan PLN sudah tidak memuaskan. Pelayanan PLN amburadul, tidak bagus, kecewa, buat saya tidak bisa berkarya hingga rugi puluhan juta,” kata Didik pemilik Batik Tulis Canteng Koneng, Selasa (26/04/2022).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan, ia mengatakan, bahwa banyak warga Desa Pangarangan itu cas HP dengan menghidupkan mobil.

“Orang-orang itu banyak yang ngecas hp di mobil, termasuk saya dan keluarga serta karyawan ngecas hp di mobil dari tadi malam sampai sekarang. Bayangkan semalem itu bensin kita banyak karena sudah tidak dimatikan sampai siang tadi ya habislah kita 300ribu. Buat ngecas hp saja kita harus nyalain mobil,” terangnya.

Dengan kejadian begitu, ia meminta kepada yang bertanggungjawab atas keberadaan PLN wilayah Sumenep agar segera dilakukan evaluasi dan memperbaiki pelayanan.

“Pelayanan sudah tidak maksimal alias amburadul. Saya minta PLN wilayah Sumenep ini dilakukan evaluasi, agar tidak merugikan orang banyak,” tandasnya.

Imam Musta’im selaku Kepala Produksi Canteng Koneng III juga merasa kecewa karena hasil produksinya tidak dapat dibuatkan sketsa, sketsa panduan jahit yang seharusnya menjadi uang tidak dapat menjadi uang.

“Anak-anak sudah dibuat lembur namun kenyataannya setelah lemburan selesai sketsanya tidak dapat dibuat, sementara lebaran sudah dekat konsumen sudah semua butuh tapi batik itu tidak bisa diberikan tanpa sketsa gambar jahitan yang sudah biasa kita buat untuk panduan jahit itu,” katanya.

Ia juga menyesalkan dengan kejadian pemadaman yang terlalu sering, bahkan hari ini, kata Imam, bukan cuma pemadaman saja tapi lama sekali dari malam hingga saat ini tidak kunjung selesai.

“Itu mengakibatkan pesanan banyak yang tertunda, banyak yang tidak berlanjut, banyak yang merasa kecewa dan tidak bisa diambil karena hari ini hari terakhir penerimaan barang dan segala macam pengiriman, sehingga ini membuat perusahaan merugi puluhan juta perhari,” katanya. (M/Red)

Berita Terkait

BM Satlantas Polres Purwakarta Gelar Jumat Berbagi, Bagikan Nasi Kotak ke Warga
Polres Sumenep Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi, Lima Orang Jadi Tersangka
Tragis, Pick Up Terjun ke Jurang Saat Ambil Batu di Rombasan, Satu Orang Meninggal
Penyesuaian Data PBI BPJS di Lumajang Berdampak pada 52.773 Peserta
Satlantas Polres Sumenep Latih Sopir Ambulans dalam Ops Keselamatan Semeru 2026
Bayi Perempuan Terluka Ditemukan di Desa Kolor, Polres Sumenep Lakukan Penyelidikan
Tiga Jam Usai Laporan, Dua Pelaku Curas di Kangean Ditangkap Polisi
Skandal Kebijakan Batik Sumenep? Mahasiswa Bongkar Dugaan Permainan di Diskop

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 23:57 WIB

BM Satlantas Polres Purwakarta Gelar Jumat Berbagi, Bagikan Nasi Kotak ke Warga

Jumat, 13 Februari 2026 - 16:59 WIB

Polres Sumenep Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi, Lima Orang Jadi Tersangka

Jumat, 13 Februari 2026 - 14:01 WIB

Tragis, Pick Up Terjun ke Jurang Saat Ambil Batu di Rombasan, Satu Orang Meninggal

Jumat, 13 Februari 2026 - 10:57 WIB

Penyesuaian Data PBI BPJS di Lumajang Berdampak pada 52.773 Peserta

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:33 WIB

Satlantas Polres Sumenep Latih Sopir Ambulans dalam Ops Keselamatan Semeru 2026

Berita Terbaru