Lomba Kapal Tradisional Perkuat Identitas Maritim Kepulauan Seribu Utara

Rabu, 25 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lomba adu cepat kapal nelayan tradisional akan menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran “Gelora Bahari Seribu Utara 2026” yang akan  berlangsung pada Kamis, 26 Maret 2026.

Lomba adu cepat kapal nelayan tradisional akan menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran “Gelora Bahari Seribu Utara 2026” yang akan berlangsung pada Kamis, 26 Maret 2026.

KEPULAUAN SERIBU UTARA, detikkota.com — Lomba adu cepat kapal nelayan tradisional akan menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran “Gelora Bahari Seribu Utara 2026” yang akan berlangsung pada Kamis, 26 Maret 2026. Perlombaan tersebut akan dimulai pukul 08.00 WIB dari garis start di Pulau Kelapa dan berakhir di Pulau Harapan.

Rute tersebut dikenal sebagai jalur perairan yang kerap dilalui nelayan, sekaligus menyuguhkan panorama khas pesisir Kepulauan Seribu.

Mengusung tema “Semangat Bahari Menuju Wisata Berdikari”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas maritim sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata berbasis masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Argadija Putra, SIK, MSi dijadwalkan hadir dan telah menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut.

Argadija menilai, potensi bahari di wilayah Kepulauan Seribu, khususnya di kawasan Pulau Kelapa hingga Pulau Harapan, memiliki nilai strategis untuk dikembangkan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Lurah Pulau Kelapa Muhammad Adriansyah saat dihubungi HITV lewat pesan WhatsApp, Adriansyah pun menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya lomba tersebut.

Ia menilai, kegiatan ini tidak sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya maritim khas Kepulauan Seribu.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya lomba kapal cepat tradisional ini sebagai wujud pelestarian budaya bahari. Kegiatan ini juga menjadi upaya memperkenalkan warisan leluhur kepada generasi muda agar bangga akan identitas pesisir,” ujarnya.

Ia menambahkan, nilai-nilai kejujuran dan persaudaraan antarwarga menjadi hal penting yang dijunjung selama kompetisi berlangsung.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi para nelayan untuk terus berinovasi dalam teknik pembuatan kapal tradisional yang tangguh dan kompetitif.

Lebih jauh, Adriansyah menilai, penyelenggaraan lomba ini memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan yang berdampak langsung pada kebangkitan ekonomi masyarakat, khususnya di Kelurahan Pulau Kelapa dan Pulau Harapan,” katanya.

Efek berganda dari kegiatan ini mulai terasa, terutama bagi pelaku usaha kecil. Peningkatan kunjungan wisatawan berpotensi mendorong sektor jasa transportasi laut, penginapan, hingga penjualan kuliner dan produk olahan hasil laut.

Dengan kolaborasi antara masyarakat, kelompok sadar wisata, dan pemangku kepentingan, Speed Race Kapal Nelayan Tradisional diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga motor penggerak ekonomi berbasis kearifan lokal di Kepulauan Seribu Utara.

Penulis : Bainanah Bahthy

Editor : AYS Prayogie

Sumber Berita: Pokdarwis Pulau Kelapa

Berita Terkait

Bupati Purwakarta Tegur Keras Disperkim, Papan Kegiatan Proyek Dipasang di Pagar Jadi Sorotan
Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan
Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada
Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA
GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten
Wali Kota Eri Datangi Penyalur ART di Gunung Anyar, Pekerja Terjerat Denda Rp3,5 Juta Dipulangkan

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Bupati Purwakarta Tegur Keras Disperkim, Papan Kegiatan Proyek Dipasang di Pagar Jadi Sorotan

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap

Berita Terbaru