Mendes Halim Arahkan Pembangunan Desa Harus Berbasis Kearifan Lokal

Sabtu, 28 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, detikkota.com – Abdul Halim Iskandar, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Desa Nomor 13 tahun 2020 tentang Prioritas Pembangunan Dana Desa Tahun 2021 dan Konsultasi Publik RPP tentang Bumdes dan Bumdesma di Kabupaten Sumenep, Sabtu (28/11/2020).

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Agung Keraton Sumenep itu, Abdul Halim Iskandar menyampaikan, perencanaan pembangunan desa harus berbasis kepada akar budaya masyarakat setempat. Dia kemudian mengingatkan dan mengajak kepada seluruh Kepala Desa, BPD, dan Perangkat Desa untuk senantiasa menjadikan budaya sebagai modal atau pijakan perencanaan pembangunan di desa.

“Nah itulah makanya saya mengajak kepada seluruh Kepala Desa, BPD, Perangkat Desa, pegiat desa untuk senantiasa merencanakan pembangunan berbasis adat budaya setempat,” kata Mendes PDTT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia juga menilai untuk perencanaan pembangunan berbasis budaya, Kabupaten Sumenep punya modal yang kuat karena Sumenep memiliki akar sejarah yang kuat didalam membangun peradaban dengan keragaman budaya dan adat istiadat sejak dahulu.

Maka dari itu modal besar yang dimiliki Sumenep itu, menurutnya perlu dipertahankan dan kalau bisa harus di kembangkan. Bahkan dia juga berharap kebudayaan Sumenep harus menjadi wajah peradaban Madura.

“Hukumnya wajib buat Sumenep karena, itu tadi Sumenep memiliki akar budaya yang luar biasa untuk terus dipertahankan kalau bisa dikembangkan,” harapnya.

Selain itu dia juga menyampaikan misinya datang sendiri secara langsung untuk melakukan sosialisasi Permen PDT Nomor 13 tahun 2020 tersebut. Dia mengaku hal itu dilakukan untuk memastikan kesamaan cara pandang pembangunan desa kedepan. Agar penggunaan DD untuk pembangunan ini bisa lebih tepat.

“Supaya kita memiliki kesamaan pemahaman dengan demikian kita bisa tepat di dalam penggunaan dana desa baik yang bersumber APBN maupun APBD dan sumber-sumber pendanaan lainnya di desa baik yang dari ADD ataupun dari pendapatan asli desa,” jelasnya.

Karena menurutnya ketepatan penggunanaan DD kedepan akan menjadikan setiap desa di Indonesia akan jadi lebih mandiri, dan tidak ada lagi ada pembatasan antara DD dan pendapatan asli desa. Sehingga kedepan segala bentuk problem bisa diselesaikan di tingakatan desa.

“Sehingga nantinya tidak ada lagi pembatasan-pembatasan antara dana desa dan pendapatan asli daerah semuanya bisa di pakai bersama-sama simultan, ketika kemandirian desa sudah terwujud dan nantinya segala masalah bisa diselesaikan di tingkat desa,” tandasnya.

Sementara itu Edy Rasiyadi, Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Menteri PDTT atas kunjungannya ke Kota Keris. Sekda juga menyampaikan bahwa Kabupaten Sumenep merupakan jantung dari Pulau Madura. Makanya menurut dia berkunjung ke Madura tanpa singgah di Sumenep akan kurang sempurna.

“Jika bapak ibu ke Madura kalau tidak ke Sumenep rasanya kurang sempurna, sebab Sumenep adalah jiwanya Madura, makanya brending Sumenep The Soul Of Madura,” katanya.

Lebih lanjut Edy Rasiyadi mengatakan kalau Kabupaten Sumenep memiliki modal sosial yang kuat untuk mempercepat akselarasi pembangunan, yang berjalan searah dengan pembangunan Nasional. Itu terlihat dari rendahnya konflik sosial dan sampai sekarang masih aman dan tentram.

“Dari dulu sampai saat ini Sumenep selalu tenang, aman dan damai, di Sumenep konflik sosial sangatlah minim bahkan jarang terjadi, tentu hal ini menjadi modal utama pembangunan yang sedang dilakukan,” tutupnya. (Md)

Berita Terkait

Deklarasi Perisai Putih Nusantara Sumenep Digelar 29 Maret, Bupati Dijadwalkan Hadir
Kepala BNPB Tinjau Banjir Pasuruan, Soroti Penanganan Jangka Pendek hingga Panjang
Larasati 2026 Hidupkan Ruang Publik dan Gairahkan Ekonomi Kreatif Kota Probolinggo
Polemik Arisan Get di Sumenep Berakhir Damai, Admin Sebut Hanya Miskomunikasi
Heboh! Sumur Bor di Pragaan Semburkan Gas, Aparat Amankan Lokasi
Pencairan Dana Dipersoalkan, Anggota Arisan Get di Sumenep Keluhkan Kurangnya Transparansi
Lomba Kapal Tradisional Perkuat Identitas Maritim Kepulauan Seribu Utara
Pemerintah Kaji WFH Sehari dalam Sepekan, Sejumlah Sektor Berpotensi Dikecualikan

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:53 WIB

Deklarasi Perisai Putih Nusantara Sumenep Digelar 29 Maret, Bupati Dijadwalkan Hadir

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:50 WIB

Kepala BNPB Tinjau Banjir Pasuruan, Soroti Penanganan Jangka Pendek hingga Panjang

Jumat, 27 Maret 2026 - 16:19 WIB

Polemik Arisan Get di Sumenep Berakhir Damai, Admin Sebut Hanya Miskomunikasi

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:08 WIB

Heboh! Sumur Bor di Pragaan Semburkan Gas, Aparat Amankan Lokasi

Kamis, 26 Maret 2026 - 14:39 WIB

Pencairan Dana Dipersoalkan, Anggota Arisan Get di Sumenep Keluhkan Kurangnya Transparansi

Berita Terbaru

Surat Edaran Bupati Sumenep Nomor 17 Tahun 2026 tentang penghematan BBM yang mewajibkan ASN menggunakan transportasi non-BBM setiap hari Jumat.

Pemerintahan

Mulai April 2026, ASN Sumenep Wajib Non-BBM Setiap Hari Jumat

Sabtu, 28 Mar 2026 - 12:44 WIB