Menko Pangan Siapkan Skema Penyerapan Ikan Nelayan Banyuwangi untuk Program MBG

Kamis, 14 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulkifli Hasan saat bertemu sekitar 120 nelayan di Kampung Nelayan Merah Putih, Kelurahan Lateng, Banyuwangi, Kamis (14/5/2026).

Zulkifli Hasan saat bertemu sekitar 120 nelayan di Kampung Nelayan Merah Putih, Kelurahan Lateng, Banyuwangi, Kamis (14/5/2026).

BANYUWANGI, detikkota.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyiapkan skema penyerapan hasil tangkapan nelayan guna memberikan kepastian harga ikan bagi para nelayan. Salah satu langkah yang disiapkan yakni penyaluran hasil laut ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal itu disampaikan Zulkifli Hasan saat bertemu sekitar 120 nelayan di Kampung Nelayan Merah Putih, Kelurahan Lateng, Banyuwangi, Kamis (14/5/2026). Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono.

Menurut pria yang akrab disapa Zulhas itu, pemerintah ingin memastikan nelayan memperoleh keuntungan yang layak dari hasil melaut mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Nelayan harus punya kepastian harga. Jangan sampai sudah capek melaut, ketika sampai di darat harga ikannya tidak jelas,” ujar Zulhas.

Pemerintah, lanjutnya, juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung seperti cold storage, pabrik es, dan koperasi di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih. Fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tawar nelayan saat hasil tangkapan melimpah.

Ia menjelaskan, keberadaan cold storage memungkinkan nelayan menyimpan ikan sementara ketika harga pasar turun. Jika hasil tangkapan belum terserap pasar, maka ikan dapat dibeli oleh SPPG untuk kebutuhan program MBG.

“Kalau hasil tangkapan banyak dan harga turun, ikan bisa disimpan dulu. Jika tetap belum terserap pasar, nanti SPPG yang membeli. Dengan begitu nelayan punya kepastian harga,” katanya.

Zulhas menambahkan, pola serupa juga telah diterapkan pemerintah pada komoditas gabah dengan penetapan Harga Gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram yang dapat diserap koperasi desa atau kelurahan.

Sementara itu, Ketua KUB Nelayan Sumber Laut Lateng menyambut baik rencana pemerintah tersebut. Menurutnya, selama ini harga ikan sering anjlok saat musim tangkapan melimpah karena lemahnya posisi tawar nelayan terhadap pengepul.

“Kami tentu senang jika ada standar harga dan penyerapan ikan oleh SPPG. Harapannya ekonomi nelayan bisa meningkat,” ujarnya.

Selain kepastian harga, para nelayan juga berharap adanya dukungan fasilitas tambahan seperti SPBU khusus nelayan untuk menunjang operasional melaut.

Penulis : Bi

Editor : Bi

Berita Terkait

Presiden Prabowo ke Halmahera Tengah, Luncurkan Program Hilirisasi Rp180 Triliun
Prabowo Apresiasi Satgas PKH Selamatkan 6,2 Juta Hektare Hutan Senilai Hampir Rp400 Triliun
Temui Presiden FIFA, Prabowo Dorong Sepak Bola Jadi Instrumen Bangun Karakter Bangsa
Presiden Prabowo Minta Komunikasi Pemerintah Sederhana, Terbuka, dan Dialogis
BGN Buka Jalan Mitra MBG Ganti Yayasan yang Cuma Minta Setoran
Polri Mutasi 88 Pati dan Pamen, 19 Kapolda Berganti
Pesan Listyo Sigit untuk Kapolri Suyudi: Jaga Amanah dan Utamakan Pelayanan Masyarakat
SPMB Angkatan Ketiga SMA KTB Dibuka, 180 Siswa Disiapkan Beasiswa Penuh

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Presiden Prabowo ke Halmahera Tengah, Luncurkan Program Hilirisasi Rp180 Triliun

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:24 WIB

Prabowo Apresiasi Satgas PKH Selamatkan 6,2 Juta Hektare Hutan Senilai Hampir Rp400 Triliun

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Temui Presiden FIFA, Prabowo Dorong Sepak Bola Jadi Instrumen Bangun Karakter Bangsa

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Presiden Prabowo Minta Komunikasi Pemerintah Sederhana, Terbuka, dan Dialogis

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:53 WIB

BGN Buka Jalan Mitra MBG Ganti Yayasan yang Cuma Minta Setoran

Berita Terbaru