MIO Indonesia Minta Aparat Usut Dugaan Kekerasan terhadap Wartawan

Minggu, 1 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Media Independen Online (MIO) Indonesia, AYS Prayogie.

Ketua Umum Media Independen Online (MIO) Indonesia, AYS Prayogie.

JAKARTA, detikkota.com – Media Independen Online (MIO) Indonesia mengecam keras dugaan penganiayaan terhadap seorang wartawan yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Peristiwa tersebut dinilai sebagai bentuk kekerasan yang mencederai kemerdekaan pers dan mengancam hak publik atas informasi.

Berdasarkan keterangan MIO Indonesia, insiden bermula saat wartawan bersama seorang narasumber mendatangi sebuah rumah yang disebut sebagai tempat tinggal sekaligus rumah dinas Bupati Tapanuli Tengah. Kedatangan tersebut bertujuan untuk melakukan verifikasi dan klarifikasi informasi guna memastikan pemberitaan yang berimbang dan sesuai prinsip jurnalistik.

Namun, dalam proses tersebut, wartawan dan narasumber justru diduga mengalami tindakan penganiayaan oleh oknum yang berada di lokasi. MIO Indonesia menilai tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Umum MIO Indonesia, AYS Prayogie, menegaskan bahwa kekerasan terhadap wartawan merupakan ancaman serius bagi demokrasi dan kebebasan pers.

“Menyerang wartawan adalah serangan terhadap publik. Wartawan bekerja untuk kepentingan masyarakat luas, bukan untuk kepentingan pribadi,” kata Prayogie dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

Ia menambahkan bahwa setiap bentuk intimidasi, penghalangan, hingga kekerasan terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik merupakan bentuk pembungkaman hak publik atas informasi.

“Setiap upaya intimidasi, apalagi kekerasan terhadap wartawan yang sedang bertugas, adalah upaya membungkam hak masyarakat untuk tahu,” ujarnya.

Menurut Prayogie, verifikasi dan klarifikasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kerja jurnalistik sebagaimana diatur dalam Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik dilindungi undang-undang. Mereka seharusnya dilindungi, bukan justru dihadapi dengan tindakan represif,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa jika kekerasan terhadap wartawan dibiarkan, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh insan pers, tetapi juga oleh sistem demokrasi secara luas.

“Jika wartawan menjadi korban kekerasan, yang terancam bukan hanya kebebasan pers, tetapi juga sendi-sendi demokrasi dan keterbukaan di daerah,” katanya.

Atas peristiwa tersebut, MIO Indonesia mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas dugaan penganiayaan secara objektif, transparan, dan berkeadilan.

“Kami meminta aparat penegak hukum bertindak tegas dan memastikan adanya perlindungan hukum bagi wartawan dalam menjalankan tugas profesionalnya,” ujar Prayogie.

MIO Indonesia juga mengimbau seluruh pejabat publik dan aparat di daerah agar menghormati kerja jurnalistik sebagai bagian dari kontrol sosial dan pilar demokrasi.
“Keterbukaan terhadap pers bukan pilihan, melainkan kewajiban moral dan konstitusional dalam negara hukum,” pungkasnya.

Kasus dugaan penganiayaan wartawan di Tapanuli Tengah ini diharapkan menjadi perhatian serius semua pihak agar tidak menjadi preseden buruk bagi iklim kebebasan pers di Indonesia.

Penulis : M/Red

Editor : M/Red

Berita Terkait

Banyuwangi Sambut Tim Asesor UNESCO untuk Revalidasi Geopark Ijen
Menpar Widiyanti Apresiasi Bandara Banyuwangi sebagai Pelopor Green Airport dan Pariwisata Berkelanjutan
Ketua MIO Indonesia DKI Jakarta Jalani Pemeriksaan di Polda Metro Jaya Terkait Laporan terhadap Hotman Paris
Hotman Paris Mundur dari Tim Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Fokus Jalani Pengobatan
Ratusan Jurnalis MIO Dijadwalkan Datangi Polda Metro Jaya, Beri Dukungan kepada Ketum yang Jalani Pemeriksaan
Libatkan Nelayan dan Masyarakat Pesisir, Banyuwangi Jadi Contoh Penerapan Ekonomi Biru ASEAN
Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur, Pilih Fokus Jalani Pengobatan Jantung
Banyuwangi Jadi Tuan Rumah Konsolidasi Delegasi Indonesia dalam ASEAN Smart Cities Network

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Banyuwangi Sambut Tim Asesor UNESCO untuk Revalidasi Geopark Ijen

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:29 WIB

Menpar Widiyanti Apresiasi Bandara Banyuwangi sebagai Pelopor Green Airport dan Pariwisata Berkelanjutan

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:34 WIB

Ketua MIO Indonesia DKI Jakarta Jalani Pemeriksaan di Polda Metro Jaya Terkait Laporan terhadap Hotman Paris

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:46 WIB

Hotman Paris Mundur dari Tim Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Fokus Jalani Pengobatan

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:44 WIB

Ratusan Jurnalis MIO Dijadwalkan Datangi Polda Metro Jaya, Beri Dukungan kepada Ketum yang Jalani Pemeriksaan

Berita Terbaru