Panen Raya MT1 2026, Produksi Padi di Banyuwangi Tembus 160 Ribu Ton

Senin, 20 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sawah petani di Banyuwangi

Sawah petani di Banyuwangi

BANYUWANGI, detikkota.com – Produksi padi di Banyuwangi pada panen raya musim tanam pertama (MT1) periode Januari–Maret 2026 mencapai 160.239 ton dari total luas lahan 24.652 hektare.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan bahwa capaian tersebut memperkuat posisi daerah sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

“Alhamdulillah, hasil panen petani cukup baik dan Banyuwangi tetap menjadi daerah penopang pangan,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Panen raya berlangsung di berbagai kecamatan, termasuk di wilayah Dusun Salamrejo, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Danang Hartanto, menjelaskan bahwa produktivitas padi rata-rata berada pada kisaran 6,8 hingga 7 ton per hektare.

Menurutnya, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan produktivitas melalui berbagai program pendukung pertanian.

Pada tahun 2025, total produksi beras Banyuwangi tercatat mencapai 546.923 ton dengan surplus sebesar 383.258 ton setelah memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.

“Tren produksi setiap tahun menunjukkan surplus, dan kami optimistis capaian tersebut dapat kembali terjaga pada 2026,” kata Danang.

Pemerintah daerah berharap capaian ini dapat terus dipertahankan guna mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional.

Penulis : Bi

Editor : M/Red

Berita Terkait

Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon di Desa Kasengan
Bhabinkamtibmas Desa Torbang Dampingi Petani Panen Jagung Dukung Ketahanan Pangan
Saldo Minimum Bank Mandiri, BRI, dan BNI Terbaru Berlaku Mei 2026
Pelemahan Rupiah Diprediksi Picu Kenaikan Harga Sejumlah Barang Impor
Kopmen Wanita Potre Koneng Gelar Pasar Murah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
BI Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, Dolar AS Tembus Rp17.500
Wajah Ekonomi Sumenep dari Pinggir Jalan Panglima Sudirman
Rupiah Masih Tertekan Meski Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:11 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon di Desa Kasengan

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:09 WIB

Bhabinkamtibmas Desa Torbang Dampingi Petani Panen Jagung Dukung Ketahanan Pangan

Senin, 18 Mei 2026 - 07:19 WIB

Saldo Minimum Bank Mandiri, BRI, dan BNI Terbaru Berlaku Mei 2026

Minggu, 17 Mei 2026 - 01:45 WIB

Pelemahan Rupiah Diprediksi Picu Kenaikan Harga Sejumlah Barang Impor

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:25 WIB

Kopmen Wanita Potre Koneng Gelar Pasar Murah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Berita Terbaru