Pemanggilan Saksi Dugaan Penyerobotan Tanah di Desa Matanair Masih Buram

Rabu, 7 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasat Reskrim Polres Sumenep Faried Yusuf

Kasat Reskrim Polres Sumenep Faried Yusuf

SUMENEP, detikkota.com – Pekerjaan proyek pelebaran jalan yang diduga menyerobot tanah salah satu warga di Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang sudah masuk laporan di Mapolres belum ada kejelasan Rabu (7/4/2021).

Diketahui sebelumnya pihak kepolisian akan melakukan pemanggilan saksi-saksi untuk menindaklanjuti laporan tersebut, namun sampai sejauh ini masih belum ada titik terang.

Saat media ini, berupaya untuk meminta keterangan/konfirmasi lebih lanjut terkait adanya laporan warga (Maswati) yang tanahnya diduga di serobot oleh pekerjaan proyek pelebaran jalan, Kasat Reskrim Polres Sumenep, Faried Yusuf terkesan menghindar dan tidak mau direkaman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tolong matikan dulu,” Ucap, Kasat Reskrim Polres Sumenep Faried Yusuf, Selasa (6/4/2021).

Bahkan, pihaknya menyuruh media ini untuk meminta keterangan kepada Humas Polres Sumenep jika ingin merekam, namun pihaknya tetap berupaya akan menindak lanjuti kasus penyerobotan tanh tersbut.

“Kami akan menindak lanjuti kasus penyerobotan tanah tersebut, untuk data detailnya lansung ke Humas Polres Sumenep,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Maswati (43), warga Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep. Ia melaporkan CV Karya Kembar yang beralamat di Jl Raya Manding, Desa Lalangon, Kecamatan Manding.

Yang tertuang dalam tanda bukti lapor nomor: TBL-B/285/XI/RES.1.2 124./2020/RESKRIM/SPKT Polres Sumenep dengan laporan polisi bernomor: LP-B/285/XI/RES.1.2 124./2020/RESKRIM/SPKT Polres Sumenep tertanggal 18 Desember 2020. (Fer)

Berita Terkait

TMI Sumenep Soroti Dugaan Mafia Solar Subsidi Gunakan Barcode Nelayan dan Petani
Polres Sumenep Sambut Positif Rencana Kerja Sama dengan LBH GP Ansor
Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:32 WIB

TMI Sumenep Soroti Dugaan Mafia Solar Subsidi Gunakan Barcode Nelayan dan Petani

Kamis, 8 Januari 2026 - 11:13 WIB

Polres Sumenep Sambut Positif Rencana Kerja Sama dengan LBH GP Ansor

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Berita Terbaru

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Pemerintahan

SPBE Banyuwangi Tertinggi Nasional, KemenPAN-RB Beri Nilai 4,87

Jumat, 9 Jan 2026 - 14:06 WIB