Daerah  

Pemkot dan Polrestabes Surabaya Gelar Kelas Parenting, Dorong Warga Lawan Kekerasan

SURABAYA, detikkota.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Polrestabes Surabaya menggelar Kelas Parenting di Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Balai RW 6, Kelurahan Wonokusumo, Kamis (28/8/2025). Kegiatan ini bertujuan mendorong masyarakat agar berani melawan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Mengusung tema “#RiseandSpeak: Wujudkan Ketahanan Keluarga, Perlindungan Perempuan dan Anak dengan Bangkit dan Bersuara”, kegiatan tersebut menghadirkan Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriyani dan Ketua Bhayangkari Cabang Surabaya Inge Luthfie sebagai narasumber.

Rini Indriyani menegaskan pentingnya keberanian perempuan untuk berbicara, menolak, dan melaporkan tindakan kekerasan. Menurutnya, kasus kekerasan sering berakar dari keluarga yang tidak harmonis, sehingga pendidikan mengenai ketahanan keluarga menjadi hal mendasar.

“Kami memberikan edukasi tentang membentuk keluarga harmonis, serta bagaimana penanganan jika sudah terjadi kekerasan, termasuk melaporkannya,” ujarnya. Ia juga menekankan perlunya efek jera bagi pelaku agar kasus serupa tidak terulang.

Rini mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar, khususnya melalui program Kampung Pancasila. Ia mencontohkan, tanda-tanda seperti tangisan anak yang berulang perlu segera dilaporkan untuk mencegah trauma lebih dalam.

Sementara itu, Inge Luthfie menyoroti pentingnya kewaspadaan dalam penggunaan gawai dan mengingatkan masyarakat agar tidak menormalisasi pelecehan, termasuk catcalling.

“Semua perempuan berhak mendapatkan perlakuan yang sama, terlepas dari penampilan maupun pekerjaan. Jangan ada toleransi bagi pelaku kekerasan,” tegasnya.

Inge juga menekankan pentingnya rasa simpati dan empati di masyarakat agar tercipta lingkungan yang aman dan peduli. Ia berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke seluruh wilayah Surabaya.

“Semoga program ini membawa manfaat dan menjadi langkah bersama untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak,” pungkasnya.