Peringatan Hari AIDS Sedunia, Dinkes Tekankan Komitmen 3 Zero 2030

Senin, 1 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, detikkota.com — Peringatan Hari AIDS Sedunia pada 1 Desember menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap penanggulangan HIV/AIDS sekaligus mengingatkan bahwa penyakit ini masih menjadi tantangan kesehatan di Kabupaten Pamekasan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pamekasan, Avira Sulistyowati, menyampaikan bahwa HIV/AIDS tetap menjadi penyakit menular yang diprioritaskan pemerintah untuk dieliminasi pada tahun 2030.

Ia melaporkan, sepanjang 2025 ditemukan 82 kasus baru, sementara total pasien yang menjalani pengobatan hingga 31 November 2025 mencapai 275 orang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari risiko yang terinfeksi HIV, di tahun 2025 kami menemukan 82 kasus baru. Total keseluruhan yang saat ini dalam pengobatan dan perawatan ada 275 ODHA,” ujarnya.

Menurut Avira, mayoritas pasien merupakan laki-laki dengan persentase sekitar 56–57 persen. Data Dinkes mencatat pada 2024 terdapat 69 laki-laki dan 54 perempuan, sedangkan pada 2025 tercatat 48 laki-laki dan 35 perempuan.

Ia juga menyebut sebaran kasus banyak berasal dari luar daerah karena warga luar Pamekasan memanfaatkan layanan pemeriksaan di fasilitas kesehatan setempat.

“Tahun 2025 terbanyak itu dari luar wilayah, kemudian berikutnya dari Pamekasan, disusul Kadur dan kecamatan lainnya,” jelasnya.

Avira menuturkan, HIV memiliki pola penularan yang lebih spesifik dibanding TBC, dengan risiko utama melalui hubungan seksual berisiko dan penggunaan jarum suntik narkotika secara bergantian.

“Saya tidak bisa menyimpulkan kenapa laki-laki lebih banyak, tapi faktor penggunaan jarum suntik dan pergaulan berisiko bisa menjadi penyebab,” katanya.

Dinas Kesehatan juga mencatat 14 kematian akibat AIDS pada 2024 dan 13 kematian pada 2025. Untuk mencapai target 3 Zero HIV/AIDS 2030—Zero Infeksi Baru, Zero Kematian, dan Zero Stigma-Diskriminasi—Avira menekankan pentingnya dukungan masyarakat terhadap ODHA.

“Adanya stigma membuat mereka takut untuk memeriksakan diri dan takut melanjutkan pengobatan. Karena itu masyarakat harus mendukung, tidak mendiskriminasi, agar mereka bisa minum obat secara teratur,” pungkasnya.

Penulis : Z

Editor : Z

Berita Terkait

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan
Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada
Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA
GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten
Wali Kota Eri Datangi Penyalur ART di Gunung Anyar, Pekerja Terjerat Denda Rp3,5 Juta Dipulangkan
Hari Tani Nasional 2026, Bupati Probolinggo Soroti Pupuk dan Harga Komoditas

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap

Selasa, 29 September 2026 - 16:38 WIB

ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA

Selasa, 29 September 2026 - 16:35 WIB

GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten

Berita Terbaru