PAMEKASAN, detikkota.com – Momentum Hari Kartini 2026 dimaknai sebagai ajakan bagi perempuan, khususnya muslimah, untuk terus berkarya dan berkontribusi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Pembina Majelis Pencinta Sholawat Nariyah (Peshona) Madura, Neng Rida Umamah, menegaskan bahwa emansipasi perempuan tidak hanya dimaknai sebagai kebebasan, tetapi juga bentuk ketaatan dalam memberikan manfaat bagi sesama.
“Bagi muslimah Indonesia, emansipasi adalah bentuk ketaatan untuk menjadi manusia yang bermanfaat,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, identitas keislaman seperti penggunaan hijab tidak menjadi penghalang bagi perempuan untuk berkembang. Justru, hal tersebut merupakan bagian dari jati diri yang dapat berjalan selaras dengan kreativitas, terutama di era digital.
Ia juga mengajak muslimah untuk tetap produktif dan inovatif dengan tetap berpedoman pada nilai-nilai agama.
“Jadilah sosok yang kreatif di era digital ini, namun tetap berpijak pada tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah serta bermanfaat bagi keluarga, nusa, dan bangsa,” katanya.
Selain itu, ia menilai semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini masih relevan hingga saat ini, terutama dalam mendorong perempuan untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan.
Menurutnya, pesan “Habis Gelap Terbitlah Terang” sejalan dengan ajaran Islam yang mengajak manusia keluar dari kegelapan menuju cahaya ilmu.
“Teruslah belajar dan jadilah perempuan yang mampu memadukan kecerdasan akal dengan kemuliaan akhlak,” tuturnya.
Ia berharap peringatan Hari Kartini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi refleksi bagi perempuan untuk memperkuat peran strategis dalam pembangunan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Selamat Hari Kartini 2026. Jayalah muslimah Indonesia, mulialah dengan iman dan hebatlah dengan berkarya,” pungkasnya.
Penulis : M/Red
Editor : M/Red
Sumber Berita: Karimata







