Peringati Hari Anak Nasional, Pemkab Banyuwangi Gelar Festival Memengan Anak

Sabtu, 23 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, detikkota.com – Peringati Hari Anak Nasional, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menggelar Festival Memengan Tradisional atau Festival Permainan Tradisional, yang berlangsung di Taman Blambangan, Sabtu (23/7/2022).

Diketahui, dalam festival ini juga dihadiri Aktivis Dolanan dari Kampung Dolanan Kenjeran Surabaya, Mustafa Sam dan juga hadir secara virtual Pejabat Fungsional Madya Direktorat Pendidikan SD Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kurniawan.

Dalama festival Memengan ini berlangsung meriah, dengan ragam permainan tradisional dimainkan dan oleh ratusan anak (SD), mulai dari egrang, congklak, bakiak, jaranan, hoola hoop, hingga bedhil-bedhilan (tembak-tembakan).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain bermain, mereka juga terlihat sibuk menyiapkan mainannya sendiri, ada yang membuat mobil-mobilan berbahan bambu, kayu dan sabut kelapa untuk kemudian mereka tampilkan bersama.

Larut dalam keceriaan anak-anak, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, juga ikut bermain bersama mereka, Ia bakiak dan balapan bersama anak-anak.

Dengan apa yang dilakukan anak-anak ini rupanya menarik wisatawan Turis dari AS yang tengah berada di sana untuk ikut mencoba, bermain balapan bakiak dengan anak-anak.

“Menyenangkan sekali, ingat masa kecil dulu. Balap bakiak ini menguji ketangkasan dan kekompakan. Festival Memengan Tradisional ini bagian dari usaha kami mengajak anak melakukan aktivitas fisik,” kata Bupati Ipuk.

Usai bermain, Ipuk membeberkan sebuah data yang mengacu sebuah riset pada 2021, bahwa 89,99 persen, anak usia 5 tahun ke atas mengakses internet untuk media sosial.

Rata-rata bahkan ada yang menyebut, anak-anak menggunakan gadget hingga 4 jam per hari, ada riset, di kota besar di Indonesia, 8 dari 10 anak kurang gerak.

“Mengakses internet tidak ada masalah, namun tetap harus terpantau karena bagaimana pun anak-anak mungkin belum bisa mengontrol apa yang dilihat di internet. Panduan-panduan konten internet ramah anak harus dipahami orang tua,” ujarnya.

“Dan yang terpenting jangan kemudian anak hanya lihat gadget terus, sehingga mempengaruhi berkurangnya aktivitas anak, yang bisa menimbulkan gaya hidup kurang sehat pada anak. Anak hanya ‘mager’ alias malas bergerak di rumah. Maka permainan-permainan tradisional harus dihidupkan sebagai bagian dari katakanlah detoks gadget,” tandasnya.

Untuk itulah, lanjut Ipuk, Pemkab Banyuwangi menggelar festival permainan tradisional, yang mengajak anak-anak untuk membuat dan memainkan aneka tragam permainan tradisional yang sarat dengan olah fisik, penuh filosofi ataubmakna dan berbiaya relatif murah.

“Tak hanya itu, permainan tradisional ini juga sarat dengan hal positif. Kita diajarkan untuk kreatif mengolah barang yang ada di sekitar kita untuk dijadikan mainan. Jika melihat permainan bakiak raksasa tadi kita jadi belajar gotong royong, bekerjasama dengan jalan beriringan dengan kawan belakang. Ini adalah intisari yang diajarkan oleh leluhur kita dalam bentuk permainan tradisional,” bebernya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Suratno menyampaikan, festival memengan tradisional telah digelar rutin Pemkab Banyuwangi sejak 2017. Festival ini diadakan untuk melestarikan beragam permainan tradisional bangsa Indonesia yang diyakni banyak mengandung hal positif.

“Permainan tradisional ini patut kita lestarikan karena ini adalah salah satu tradisi dan budaya leluhur bangsa ini yang patut kita lestarikan. Banyak hal-hal positif yang terkandung di dalamnya. Mulai bagaimana kita berkreasi memanfaatkan barang bekas yang ada di sekitar kita, mengajarkan kekompakan dan sportivitas, hingga aktivitas fisik yang sehat,” tandasnya.(red)

Berita Terkait

Maulid Nabi 1448 H, Kapolresta Sumenep Tekankan Keteladanan Akhlak Rasulullah
Jelang Muktamar ke-35 NU, Puluhan Posko Kesehatan Disiagakan 24 Jam
Para Kiai Sepuh Serukan Muktamirin Jaga Marwah NU dan Hindari Intervensi
Kapolresta Sumenep Pimpin Sertijab, 10 Pejabat Baru Resmi Tempati Posisi Strategis
Sambutan Warga Iringi Kunjungan Presiden Prabowo ke Jembrana, Bali
Banyuwangi Kembali Jadi Pilot Project Nasional Pengentasan Kemiskinan
Ribuan Anak Probolinggo Tampilkan Budaya Nusantara di HUT RI
Operasi Gabungan Gagalkan Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair dan 1,57 Juta Rokok Ilegal di Kepri

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Maulid Nabi 1448 H, Kapolresta Sumenep Tekankan Keteladanan Akhlak Rasulullah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:20 WIB

Jelang Muktamar ke-35 NU, Puluhan Posko Kesehatan Disiagakan 24 Jam

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:57 WIB

Kapolresta Sumenep Pimpin Sertijab, 10 Pejabat Baru Resmi Tempati Posisi Strategis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 23:53 WIB

Sambutan Warga Iringi Kunjungan Presiden Prabowo ke Jembrana, Bali

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Banyuwangi Kembali Jadi Pilot Project Nasional Pengentasan Kemiskinan

Berita Terbaru