Robohnya Bangunan SMK 1 Muhammadiyah 1 Diduga Tidak Sesuai RAB

Senin, 13 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, detikkota.com – Robohnya atap Gedung RPS (Ruang Praktek Siswa) di SMK 1 Muhammadiyah Genteng kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi yang terjadi Minggu ( 12/9/21) kemarin menjadi sorotan para aktivis penggiat anti korupsi dan juga pemerhati pendidikan bumi Blambangan.

Entah apa penyebabnya gedung itu roboh,padahal baru di bangun tahun 2018 dengan anggaran mencapai 250 juta rupiah dengan sistim pengelolaan pembangunan Swakelola.

Sampai berita ini diterbitkan ,pihak sekolah SMK 1 Muhammadiyah Genteng belum bisa memberikan penjelasan bagaimana Gedung yang baru berusia 3 tahun tersebut bisa ambruk tiba-tiba.Pihak sekolah hanya bisa menjelaskan bahwa apa yang sekarang terjadi di SMK 1 Muhammadiyah Genteng adalah musibah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di temui di ruang kantornya Senin 13 September , kepala sekolah SMK 1 Muhammadiyah Genteng melalui Waka Umum Nurrohman menjelaskan.bahwa robohnya atap Gedung RPS di akibatkan Karena guyuran air hujan yang tidak henti

“Kita tidak tahu apa penyebab robohnya mas, mungkin karena guyuran air hujan yang terjadi kemarin,ini kita belum berani membuka dan mencari penyebabnya Karena menunggu instruksi dari atasan ” ucapnya

Nurrohman juga menjelaskan, bahwa pada waktu pembangunan Gedung RPS tersebut sudah mengikuti arahan dari Dinas, bahkan standar pembangunan proyekpun seperti yang di intruksikan oleh Dinas.

Dengan kejadian itu, beberapa aktivis yang peduli dengan dunia Pendidikan akan segera mengirimkan surat kepada kejaksaan untuk segera melakukan penyelidikan, Karena di duga robohnya Gedung RPS di SMK 1 Muhammadiyah Genteng bukan karena guyuran air hujan akan tetapi karena adanya mark up angaran yang di lakukan.(no)

Berita Terkait

Kapolres Sumenep Pimpin Rakor Pengendalian BBM dan Bahan Pokok
Peringatan Hari Kartini 2026, Muslimah Didorong Berkarya Tanpa Tinggalkan Nilai Keislaman
Andi Amran Sulaiman Pimpin Rakornas Antisipasi Kemarau 2026, Target Produksi Beras 35,69 Juta Ton
Warga Kangean Dikejutkan Temuan Benda Asing, Diduga Torpedo
Tegas Sekjen BIDIK, Siap Kawal Ketat Program HDDAP DKPP Sumenep, Tolak Pola Asal Cair
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca 18–19 April 2026, Sejumlah Wilayah Siaga Hujan Lebat
Video Viral Dugaan Bullying Guru di SMA Negeri 1 Purwakarta, Tokoh Media Sampaikan Kecaman
Wamenhaj Tekankan Kesiapan Mental Petugas PPIH untuk Sukseskan Haji 2026

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 13:20 WIB

Kapolres Sumenep Pimpin Rakor Pengendalian BBM dan Bahan Pokok

Selasa, 21 April 2026 - 09:20 WIB

Peringatan Hari Kartini 2026, Muslimah Didorong Berkarya Tanpa Tinggalkan Nilai Keislaman

Selasa, 21 April 2026 - 08:54 WIB

Warga Kangean Dikejutkan Temuan Benda Asing, Diduga Torpedo

Senin, 20 April 2026 - 14:36 WIB

Tegas Sekjen BIDIK, Siap Kawal Ketat Program HDDAP DKPP Sumenep, Tolak Pola Asal Cair

Sabtu, 18 April 2026 - 06:28 WIB

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca 18–19 April 2026, Sejumlah Wilayah Siaga Hujan Lebat

Berita Terbaru