Rusia Tingkatkan Drone Geran dengan Teknologi AI, Picu Kekhawatiran Global

Minggu, 29 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INTERNASIONAL, detikkota.com – Rusia dilaporkan telah mengembangkan kemampuan drone Geran dengan menambahkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Peningkatan ini memungkinkan drone tersebut beroperasi secara mandiri, mulai dari mengenali target hingga melancarkan serangan, tanpa membutuhkan kendali manusia secara langsung.

Menurut pernyataan Duta Besar Ukraina untuk Uni Eropa, Vsevolod Chentsov, yang dikutip dari Politico pada Minggu (29/12/2024), pembaruan ini menghadirkan tantangan baru bagi strategi peperangan elektronik yang selama ini digunakan untuk mengganggu komunikasi atau kendali drone.

“Dengan kemampuan AI, Geran tidak lagi bergantung pada sinyal eksternal, sehingga lebih sulit dihentikan,” ujar Chentsov.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Teknologi baru ini memungkinkan drone menargetkan infrastruktur vital, seperti pembangkit listrik, dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi. Langkah tersebut menandai eskalasi dalam penggunaan teknologi AI di medan perang modern.

Namun, para kritikus mengungkapkan kekhawatiran mendalam terkait penggunaan senjata otonom berbasis AI. Mereka menilai teknologi ini dapat menimbulkan risiko besar terhadap keamanan global dan stabilitas politik internasional.

“Dunia kini menghadapi pertanyaan serius tentang regulasi dan etika dalam pengembangan senjata berbasis AI,” kata seorang pengamat keamanan internasional.

Bagi Ukraina, peningkatan kemampuan drone Geran ini menjadi tantangan tambahan dalam mempertahankan wilayah dan melindungi infrastruktur strategis mereka.

Perkembangan ini kembali memicu debat global tentang batasan penggunaan teknologi otonom dalam peperangan. Hingga kini, belum ada regulasi internasional yang memadai untuk mengendalikan pengembangan senjata berbasis AI.

Penggunaan AI pada drone Geran menunjukkan potensi besar teknologi sebagai alat perang, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran serius terkait masa depan keamanan global. Pertanyaannya, sejauh mana dunia akan membiarkan teknologi otonom ini berkembang tanpa kendali?

Berita Terkait

Mahasiswa Indonesia di PEA Antusias Sambut Kunjungan Presiden Prabowo
Perpanjangan Kontrak Migas dan Tambang, Pemerintah Tingkatkan Kepemilikan dan Penerimaan Negara
“Benarkah Sekolah Indonesia Makkah Dikelola Secara Semrawut?, Dugaan Pelanggaran Administratif, Konflik Kepemimpinan, hingga Ketidaksesuaian Regulasi Saudi”
Presiden AS Donald Trump Puji Peran Indonesia dan Presiden Prabowo dalam Perdamaian Gaza
Indonesia Tegaskan Komitmen Dukung Perdamaian dan Rekonstruksi Gaza di KTT Sharm El-Sheikh
Presiden Prabowo Hadiri Penandatanganan Perjanjian Perdamaian Gaza di Mesir
Presiden Prabowo Hadiri KTT Perdamaian Sharm El-Sheikh di Mesir
Presiden Prabowo Diterima Resmi Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima di Istana Huis ten Bosch

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 12:02 WIB

Mahasiswa Indonesia di PEA Antusias Sambut Kunjungan Presiden Prabowo

Sabtu, 21 Februari 2026 - 17:18 WIB

Perpanjangan Kontrak Migas dan Tambang, Pemerintah Tingkatkan Kepemilikan dan Penerimaan Negara

Senin, 1 Desember 2025 - 23:14 WIB

“Benarkah Sekolah Indonesia Makkah Dikelola Secara Semrawut?, Dugaan Pelanggaran Administratif, Konflik Kepemimpinan, hingga Ketidaksesuaian Regulasi Saudi”

Selasa, 14 Oktober 2025 - 13:09 WIB

Presiden AS Donald Trump Puji Peran Indonesia dan Presiden Prabowo dalam Perdamaian Gaza

Selasa, 14 Oktober 2025 - 13:07 WIB

Indonesia Tegaskan Komitmen Dukung Perdamaian dan Rekonstruksi Gaza di KTT Sharm El-Sheikh

Berita Terbaru

Penasehat Hukum dan jajaran redaksi Media Liputan7.id saat menyerahkan santunan kepada anak yatim dan dhuafa dalam kegiatan sosial di Aula Balai Desa Pandian, Kabupaten Sumenep.

Daerah

Liputan7.id Santuni Anak Yatim dan Dhuafa di Sumenep

Sabtu, 14 Mar 2026 - 23:54 WIB