Rutan Kraksaan Gelar Penggeledahan Rutin, Tak Ditemukan Barang Terlarang

Selasa, 26 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Rutan Kraksaan saat melakukan penggeledahan kamar hunian WBP wanita sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban.

Petugas Rutan Kraksaan saat melakukan penggeledahan kamar hunian WBP wanita sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban.

PROBOLINGGO, detikkota.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kraksaan melaksanakan penggeledahan rutin di kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP) wanita, Selasa (26/8/2025). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.

Penggeledahan dipimpin Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Kraksaan, M. Azis Yulianto, dengan menyasar seluruh area kamar, mulai dari tempat tidur, lemari, hingga sudut-sudut tersembunyi. Hasilnya, tidak ditemukan barang terlarang maupun benda mencurigakan yang berpotensi mengganggu keamanan rutan.

Kepala Rutan Kraksaan, Bayu Muhammad, menegaskan kegiatan tersebut merupakan langkah preventif untuk menciptakan lingkungan hunian yang aman dan kondusif. “Kami berkomitmen menjaga suasana rutan tetap tertib dan bebas dari gangguan keamanan, sesuai instruksi pimpinan pusat,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bayu menambahkan, penggeledahan tidak hanya bertujuan menemukan benda terlarang, tetapi juga mengingatkan WBP agar disiplin selama masa pembinaan.

Sementara itu, Kepala KPR Kraksaan, M. Azis Yulianto, menyebut kegiatan ini sekaligus sarana edukasi. “Syukurlah, kali ini tidak ditemukan pelanggaran. Artinya, WBP semakin sadar pentingnya menaati aturan. Ini sinyal positif bagi keberlanjutan program pembinaan,” ungkapnya.

Keberhasilan penggeledahan tanpa temuan negatif diyakini memperkuat efektivitas pembinaan yang dijalankan, baik dari aspek spiritual, kepribadian, maupun keterampilan.

Berita Terkait

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah
Aksi Solidaritas di Polres Sumenep Desak Keadilan bagi Korban Pencabulan Anak
Aksi PMII UNIBA Memanas, Kepala Disbudporapar Sumenep Walk Out dari Dialog

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:41 WIB

Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:38 WIB

Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah

Berita Terbaru

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Pemerintahan

SPBE Banyuwangi Tertinggi Nasional, KemenPAN-RB Beri Nilai 4,87

Jumat, 9 Jan 2026 - 14:06 WIB