Satpol PP Surabaya dan Bea Cukai Sidoarjo Amankan 9.500 Batang Rokok Ilegal

Selasa, 16 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, detikkota.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya bersama Bea Cukai Sidoarjo dan Polrestabes Surabaya kembali menggelar operasi gabungan untuk menekan peredaran rokok ilegal. Operasi yang berlangsung awal September 2025 menyasar tiga titik di kawasan Surabaya Selatan.

Kepala Satpol PP Surabaya, Achmad Zaini, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya pemberantasan rokok tanpa pita cukai yang masih marak beredar. “Operasi ini bentuk sinergi dengan Bea Cukai Sidoarjo. Rokok ilegal bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga merugikan penerimaan negara,” ujarnya, Senin (15/9/2025).

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan 475 bungkus atau sekitar 9.500 batang rokok ilegal dari seorang penjual asongan. Dua lokasi lain yang diperiksa, yaitu toko kelontong, tidak ditemukan barang bukti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain penindakan, Satpol PP bersama Bea Cukai juga memberikan sosialisasi kepada para pedagang agar tidak memperjualbelikan rokok ilegal. Zaini menegaskan, jika pelanggaran serupa kembali ditemukan, pihaknya akan melakukan tindakan tegas sesuai aturan.

Pemeriksa Bea Cukai Ahli Pertama Bea Cukai Sidoarjo, I Gusti Agung Ngurah, menyebut barang bukti yang disita merupakan rokok polos tanpa pita cukai. “Barang bukti akan diteliti lebih lanjut untuk menentukan jenis pelanggaran berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai,” jelasnya.

Ngurah menambahkan, operasi serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk kolaborasi Bea Cukai dan Pemkot Surabaya. Ia juga mengimbau masyarakat ikut berperan aktif dalam mengawasi dan melaporkan indikasi peredaran rokok ilegal kepada aparat terkait.

Penulis : Sur

Editor : Sur

Berita Terkait

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah
Aksi Solidaritas di Polres Sumenep Desak Keadilan bagi Korban Pencabulan Anak
Aksi PMII UNIBA Memanas, Kepala Disbudporapar Sumenep Walk Out dari Dialog

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:41 WIB

Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:38 WIB

Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah

Berita Terbaru

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Pemerintahan

SPBE Banyuwangi Tertinggi Nasional, KemenPAN-RB Beri Nilai 4,87

Jumat, 9 Jan 2026 - 14:06 WIB