SUMENEP, detikkota.com – Pemerintah Desa Torbang, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, menggelar Tatorbangan Ritual Culture 2026 sebagai upaya melestarikan tradisi dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Torbang pada Sabtu (12/9/2026) malam. Ritual ini melibatkan masyarakat dari enam dusun yang berada di Desa Torbang.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengapresiasi Pemerintah Desa Torbang dan masyarakat yang masih mempertahankan tradisi leluhur tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur, tetapi juga dapat menjadi sarana memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus mengenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
“Tradisi seperti Ritual Tatorbangan merupakan bagian dari warisan budaya yang harus terjaga dan lestari. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur, kegiatannya menjadi sarana memperkuat kebersamaan serta memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda,” kata Fauzi.
Ia berharap generasi muda turut mengambil peran dalam menjaga adat dan tradisi daerah agar tidak tergerus perkembangan zaman.
“Kami mendukung berbagai upaya pelestarian budaya dan kearifan lokal yang tumbuh di tengah masyarakat, menjadi kekayaan budaya yang perlu terus dijaga dan dirawat sebagai identitas daerah,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga menyerahkan air suci serta hasil bumi dari enam dusun kepada Bupati Sumenep dan Kepala Desa Torbang Muzanni.
Kepala Desa Torbang Muzanni mengatakan, penyerahan hasil bumi tersebut merupakan bentuk ungkapan syukur masyarakat atas hasil pertanian yang diperoleh sepanjang tahun.
“Masyarakat menyerahkan hasil pertanian itu sebagai bentuk penghormatan dan pengabdian masyarakat kepada pemerintah, serta ungkapan syukur atas hasil bumi yang mereka nikmati sepanjang tahun,” kata Muzanni.
Selain mempertahankan tradisi, Pemerintah Desa Torbang berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang silaturahmi sekaligus memperkuat persatuan, gotong royong, dan kebersamaan warga.
“Kegiatan ini selain melestarikan dan merawat tradisi juga sebagai wadah silaturahmi masyarakat Desa Torbang dalam rangka membangun desa bersama-sama,” pungkasnya.
Penulis : M
Editor : Red







