Tim Polda Jatim Akan Lakukan Test DNA Kasus Dugaan Tertukarnya Bayi di Sumenep

Jumat, 27 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, detikkota.com – Dugaan Bayi tertukar di RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep, Madura, Jawa Timur, sudah memasuki tahap penyidikan dan sudah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sumenep.

Seperti diketahui dugaan bayi tertukar itu, sempat membuat pihak manajemen RSUD dr. Moh. Anwar dipanggil untuk dimintai klarifikasi oleh Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep.

Disisi lain pasangan suami istri Subroto (27) dan Nurma Ningsih (25), warga Desa Nyabakan Barat, Kecamatan Batang-Batang yang menjadi korban tersebut, menduga bayinya tertukar saat melakukan proses persalinan di RSUD dr. Moh. Anwar, dan beberapa waktu yang lalu sudah membuat lapora ke Polres Sumenep untuk ditindak lanjuti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Laporan dugaan bayi tertukar tersebut, saat ini masih dalam proses penyidikan oleh Unit PPA Polres Sumenep, untuk selanjutnya akan dilakukan test DNA (Deoxyribo Nucleic Acid).

“Iya, sudah ditangani Unit PPA dan akan dilakukan proses DNA,” ujar AKP Widiarti S, Kasubbag Humas Polres Sumenep melalui pesan singkat WhatsApp, Jumat (27/11/2020).

Widi juga menyampaikan bahwa dalam melakukan proses test DNA pihak Kepolisian Sumenep akan dibantu oleh tim dari Polda Jawa Timur, yang langsung turun ke Sumenep. Adapun proses test DNA akan di lakukan pada 1 Desember 2020 mendatang.

“Tim dari Polda Jawa Timur (RS Bhayangkara), tanggal 1 Desember akan ke Sumenep untuk test DNA,” kata Widi.

Menurut Widi, test DNA ini sangatlah penting untuk mengatahui kebenaran akan laporan dugaan bayi tertukar di RSUD dr. Moh. Anwar, sehingga kasus ini dapat menemukan titik terang.

“Karena hanya dengan test DNA bisa terang semuanya,” tandas mantan Kapolsek Kota Sumenep ini.

Dikonfirmasi perihal sampel yang akan digunakan untuk test DNA. Dia menyampaikan dengan singkat akan dilakukan sesuai dengan laporan. “Sesuai laporan yang masuk,” singkatnya.

Karena pada sebelumnya korban pasangan suami istri yang diduga bayinya tertukar sempat menunjukkan dua foto bayi yang memiliki perbedaan. Lantas, apakah test DNA yang akan dilakukan adalah dari kedua foto bayi yang ditunjukkan pelapor ke sejumlah awak media?

Widi menjawab bahwa pihaknya tidak bisa memastikan. Bahkan dia beralasan hal itu bukanlah ranah Humas Polres Sumenep melainkan ranah penyidik di Unit PPA. Sedangkan Humas Polres Sumenep, kata Widi, hanya menyampaikan proses kasusnya saja tidak pada substansi dari tindaklanjut laporan.

“Tunggu tanggal 1, sudah ranah penyidik, humas hanya menyampaikan kulit luarnya saja,” pungkasnya. (Md)

Berita Terkait

Haul Blokagung 2026, Bupati Banyuwangi Puji Kontribusi Pesantren
Rutan Kelas IIB Sumenep Dorong Warga Binaan Produktif Lewat Pembinaan Keterampilan
Dandim 0827/Sumenep Ikuti Vicon Wakil Panglima TNI, Tinjau Percepatan Pembangunan Koperasi Merah Putih
Lagi dan Lagi, LAK Galuh Pakuan Akan Kembali Gelar Ajang Kontestasi Seni Budaya dan Olahraga 2026, Total Hadiahnya Mencapai 1 Miliar
Parkir Berlangganan Aktif Lagi, Pemkab Bangkalan Minta Warga Tolak Pungutan
Tunaikan Nazar Lari 52 Kilometer, PPPK Banyuwangi Tuai Apresiasi Bupati Ipuk
Satpol PP Tertibkan Pedagang Pasar Baru Probolinggo, Trotoar Dikembalikan ke Fungsinya
Gerakan Sedekah Oksigen, Ribuan Bibit Pohon Dibagikan di Banyuwangi

Berita Terkait

Selasa, 6 Januari 2026 - 20:05 WIB

Haul Blokagung 2026, Bupati Banyuwangi Puji Kontribusi Pesantren

Selasa, 6 Januari 2026 - 19:59 WIB

Rutan Kelas IIB Sumenep Dorong Warga Binaan Produktif Lewat Pembinaan Keterampilan

Selasa, 6 Januari 2026 - 19:57 WIB

Dandim 0827/Sumenep Ikuti Vicon Wakil Panglima TNI, Tinjau Percepatan Pembangunan Koperasi Merah Putih

Selasa, 6 Januari 2026 - 19:46 WIB

Lagi dan Lagi, LAK Galuh Pakuan Akan Kembali Gelar Ajang Kontestasi Seni Budaya dan Olahraga 2026, Total Hadiahnya Mencapai 1 Miliar

Selasa, 6 Januari 2026 - 12:20 WIB

Parkir Berlangganan Aktif Lagi, Pemkab Bangkalan Minta Warga Tolak Pungutan

Berita Terbaru