TNI AL-BKKBN Sepakat Turunkan Stunting Lewat Program Keluarga Keren

Rabu, 19 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KASAL Laksamana Muhammad Ali, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, Gubernur Jatim Khofidah Indar Parawansa dan Bupati Sumenep Achmad Fauzi melaunching Program Keluarga Keren Bebas Stunting.

KASAL Laksamana Muhammad Ali, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, Gubernur Jatim Khofidah Indar Parawansa dan Bupati Sumenep Achmad Fauzi melaunching Program Keluarga Keren Bebas Stunting.

SUMENEP, detikkota.com – TNI Angkatan Laut (AL) bekerjasama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyelenggarakan Program Keluarga Keren Bebas Stunting di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Selasa (18/7/2023).

Kegiatan dilaksanakan di Pendopo Agung Sumenep berupa penyuluhan edukasi gizi dan stunting, penyuluhan keluarga berencana hingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL), Laksamana TNI Muhammad Ali dikukuhkan menjadi Bapak Asuh Anak Stunting oleh BKKBN. Sementara Ketua Umum Jalasenastri, Fera Muhammad Ali sebagai Bunda Asuh Anak Stunting.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

KASAL Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan, program tersebut untuk mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan produktif serta bertujuan mencapai pembangunan berkelanjutan.

“Kegiatan ini dilaksanakan di seluruh jajaran TNI AL di Indonesia di 14 Lantamal dari wilayah Indonesia bagian barat hingga paling timur,” jelas Muhammad Ali.

Lebih lanjut dia menyatakan, sesuai arahan pemerintah penurunan stunting pada tahun 2024 ditargetkan pada angka 14%. Pihaknya akan terus berupaya melakukan pencapaian target tersebut.

Sementara itu, Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo menyampaikan, dalam penanganan stunting harus melibatkan semua pihak, sesuai arahan dari Presiden.

“Sesuai arahan bapak Presiden semua harus dilibatkan. Jadi, saya ucapkan terima kasih kepada bapak KASAL. Memang tugas ini (menurunkan stunting) ke angka 14 persen tidak mudah. Sekarang sudah tinggal 1,5 tahun,” kata Hasto Wardoyo.

Menurutnya, secara nasional saat ini kasus stunting pada angka 21,6%. Melalui berbagai upaya diharapkan akhir tahun 2023 kasus stunting menjadi 17% sehingga penghujung 2024 target 14% bisa tercapai.

“Kita terus berupaya agar sampai akhir 2024 target 14 persen itu bisa tercapai. Bapak Presiden memberikan arahan kepada kita agar keluarga itu menjadi pondasi penting untuk tercapainya kemajuan bangsa. Sehingga keluarga menjadi bagian yang dilibatkan penuh untuk menurunkan stunting, kematian ibu dan bayi,” kata Hasto.

Pada kegiatan tersebut juga hadir Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Bupati Kabupaten Sumenep Achmad Fauzi serta jajaran petinggi dari unsur TNI dan Polri.

Berita Terkait

Layanan Adminduk Online Tekan Antrean Pemohon di MPP Siola Surabaya
SPBE Banyuwangi Tertinggi Nasional, KemenPAN-RB Beri Nilai 4,87
Dinas Pertanian Subang Distribusikan Bantuan Program Upland untuk Petani Nanas
Pantau Penyemprotan Padi dengan Drone, Bupati Sumenep Dorong Swasembada Pangan Berbasis Petani
Bunda Indah Ajak Kepala Desa Solid Bangun Lumajang Lewat PKDI
Kapasitas Fiskal Rendah Jadi Tantangan Utama Penyusunan RKPD Lumajang 2027
Pimpin Apel Perdana 2026, Wali Kota Probolinggo Tekankan Penguatan Kinerja ASN
Tantangan 2026, Wabup Sumenep Tekankan Budaya Kerja Modern ASN

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 14:06 WIB

SPBE Banyuwangi Tertinggi Nasional, KemenPAN-RB Beri Nilai 4,87

Kamis, 8 Januari 2026 - 12:21 WIB

Dinas Pertanian Subang Distribusikan Bantuan Program Upland untuk Petani Nanas

Rabu, 7 Januari 2026 - 16:34 WIB

Pantau Penyemprotan Padi dengan Drone, Bupati Sumenep Dorong Swasembada Pangan Berbasis Petani

Rabu, 7 Januari 2026 - 16:24 WIB

Bunda Indah Ajak Kepala Desa Solid Bangun Lumajang Lewat PKDI

Rabu, 7 Januari 2026 - 16:13 WIB

Kapasitas Fiskal Rendah Jadi Tantangan Utama Penyusunan RKPD Lumajang 2027

Berita Terbaru